Tips Agar Anak Mau Tidur di Kamarnya Sendiri

  • Selasa, 14 Februari 2017 18:34 WIB

Tips Agar Anak Mau Tidur di Kamarnya Sendiri

iDEAonline.co.id - Menurut Ratih Zulhaqqi, psikolog anak dan remaja, seorang anak sudah bisa tidur sendiri di kamarnya sejak usia 3 tahun, walaupun usia ini masih masuk kategori pra sekolah. Di usia 3 tahun, seorang anak sudah dapat berkomunikasi dengan baik, sehingga orangtua tidak perlu khawatir anaknya tidur terpisah.

Ratih menjelaskan bahwa bagi seorang anak, memiliki kamar tidur sendiri berarti melatih anak untuk lebih mandiri, percaya diri, juga memberikan privasi dan teritori pribadi bagi anak. "Dengan memiliki kamarnya sendiri, seorang anak dapat dilatih bertanggung jawab merawat dan merapikan barang-barangnya," tambah Ratih.

Bagi banyak keluarga, ketika si buah hati harus berpisah kamar dari orangtuanya seringkali menciptakan drama tersendiri. Banyak yang kemudian terjadi, kamar anak sudah tersedia, tetapi tidak ditempati. Anak masih tidur bersama dengan orangtuannya.

Menurut Ratih Zulhaqqi, psikolog anak dan remaja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar proses anak menempati kamar sendiri ini berjalan mulus. Berikut tipsnya!

Sebaiknya proses pindah kamar dilakukan bertahap. Misalnya, saat awal orangtua menemani anak tidur di kamar anak. Sampai si kecil merasa terbiasa dan nyaman di kamar barunya, barulah ia tidur sendiri. Orangtua jangan berlebihan menanggapi soal pisah kamar ini. Seringkali, reaksi orangtualah yang justru memancing anak berpikir bahwa pisah kamar adalah sesuatu yang menakutkan. Tanamkan bahwa ini peristiwa biasa yang harus dilalui anak.Bersabar dan konsisten melalui proses ini. Jangan berikan pilihan kepada anak bahwa ia tetap dapat tidur di kamar orangtuanya. Dalam sebulan, umumnya anak sudah dapat tidur dengan nyaman di kamarnya sendiri.

Sebaiknya proses pindah kamar dilakukan bertahap. Misalnya, saat awal orangtua menemani anak tidur di kamar anak. Sampai si kecil merasa terbiasa dan nyaman di kamar barunya, barulah ia tidur sendiri.

Orangtua jangan berlebihan menanggapi soal pisah kamar ini. Seringkali, reaksi orangtualah yang justru memancing anak berpikir bahwa pisah kamar adalah sesuatu yang menakutkan. Tanamkan bahwa ini peristiwa biasa yang harus dilalui anak.

Bersabar dan konsisten melalui proses ini. Jangan berikan pilihan kepada anak bahwa ia tetap dapat tidur di kamar orangtuanya. Dalam sebulan, umumnya anak sudah dapat tidur dengan nyaman di kamarnya sendiri.

Foto: Dok. IKEA

Reporter : Hamzah Al Rasyid (@princeofzaza)
Editor : Maulina Kadiranti

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×