Iklan Meikarta Dianggap Terlalu Bombastis. Cek Fakta Dibalik Iklan Meikarta!

  • Selasa, 12 September 2017 15:15 WIB

Ketidaksesuaian antara kondisi lapangan dengan konten adalh hal yang paling fatal pada promosi Meikarta. | The Insiders Stories

iDEAonline – Lippo Grup baru saja menggelar grand launching atau peluncuran Kota Internasional Meikarta di MaxxBox Cikarang, Kabupaten Bekasi pada 17 Agustus lalu, bertepatan dengan perayaan Kemerdekaan RI ke-72.

Dalam peluncuran tersebut, sebanyak 100 ribu unit apartemen Meikarta dipesan masyarakat.

Seperti yang IDEAonline kutip dari netz, peluncuran kawasan dengan investasi mencapai Rp 278 triliun itu belum mendapatkan izin pemerintah.

Dalam pertemuan yang digelar pada Jumat, 8 September 2017, di Gedung Ombudsman RI itu, komisioner Ombudsman mempertanyakan kegiatan pemasaran atau iklan.

Baca juga Bikin Ngakak, Ini Dia Kumpulan Meme Lucu Mengenai Meikarta

Pasalnya UU Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun melarang kegiatan pemasaran bila izin belum rampung. Ombudsman juga menemukan ketidaksesuaian antara kondisi lapangan dengan konten iklan.

Dalam iklan yang tersebar di berbagai media, disebutkan mega proyek itu akan dibangun di atas tanah seluas 500 hektar. Namun, menurut pemerintah daerah, perizinan yang sah hanya seluas 84,6 hektar.

undefined
 Foto oleh netz

Seperti yang IDEAonline kutip dari Kompas.com,  Ombudsman merasa perlu mengadakan diskusi terbuka dengan mengundang PT Lippo Cikarang Tbk, anak usaha Lippo Group, sebagai pengembang Meikarta, Jumat (8/9/2017).

Studi Amdal ini memakan waktu lama karena membutuhkan sidang rekomendasi dari para ahli, hingga beberapa kali. Biasanya proses Amdal memakan waktu 2-3 bulan.

Mengingat dokumen Amdal sudah diajukan sejak Mei 2017, Lippo berasumsi paling lama Agustus 2017 studinya sudah selesai.

Reporter : Redaksi IdeaOnline
Editor : Maulina Kadiranti

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×