Indonesia Belum Melek Teknologi Konstruksi Rumah Murah

  • Jumat, 20 Juni 2014 19:10 WIB

Indonesia Belum Melek Teknologi Konstruksi Rumah Murah

iDEAonline.co.id - Inovasi, khususnya di bidang infrastruktur dan permukiman, terus dihasilkan. Hanya sayangnya, masyarakat Indonesia dan para pemangku kepentingan tidak akrab dengan hasil temuan peneliti lokal. Padahal inovasi teknologi  konstruksi rumah murah tepat guna bisa menjadi solusi penyediaan rumah murah layak huni.

Oleh karena itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum Waskito Pandu mengatakan pentingnya publikasi untuk memperkenalkan hasil temuan badan penelitian dan pengembangan (balitbang). Hal ini dia sampaikan seusai pembukaan acara Kolokium, Open House, dan Pameran Hasil Litbang Bidang Permukiman Kementerian PU di Bandung, Selasa (17/6/2014).

"Bagaimana caranya supaya hasil penelitian ini bermanfaat, satu-satunya jalan adalah publikasi. Bagaimana orang bisa memanfaatkan dan tahu bahwa Balitbang punya produk-produk yang bagus? Bagaimana tahu bahwa di sini punya sumber daya yang baik? Ya publikasi. Paling ampuh sebetulnya," ujar Waskito.

Sebelumnya, Kepala Puslitbang Permukiman Kementerian PU Anita Firmanti mengatakan para peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (Puskim) sudah punya berbagai agenda untuk menyelesaikan isu-isu nasional. Selain itu, penemuan-penemuan tentang  konstruksi rumah murah baru juga diakomodasi. Ada banyak hal yang bisa digali dan menunggu untuk diketahui oleh para pemangku kepentingan.

"Penggunaan bahan-bahan daur ulang, penggunaan bahan-bahan yang terbarukan, misalnya. Itu kegiatan ke depan untuk menyelesaikan isu-isu nasional. Kami menyediakan lebih dari 30 kesempatan kepada peneliti untuk memajukan kegiatan litbang yang berdasarkan pemikirannya sendiri, hal-hal baru. Ada teman-teman peneliti menghasilkan satu pengolahan air dengan cacing, vermibio processing. Hal-hal seperti itu yang tidak terpikir," pungkasnya.

Sumber: properti.kompas.com

Reporter : Hamzah Al Rasyid (@princeofzaza)
Editor : Maulina Kadiranti

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×