Ini Isi Museum Bahari Sebelum Kebakaran Melanda

  • Selasa, 16 Januari 2018 17:00 WIB

dok. adeline krisanti/idea | dok. adeline krisanti/idea

Penulis Nuriyah Amalia/Foto Adeline Krisanti

iDEAonline – Pelabuhan sarat dengan aktivitas kirim-mengirim barang. Maka, sangat masuk akal bila di sekitar pelabuhan terdapat gudang besar untuk menyimpan komoditas yang akan dikirim ke tanah seberang.

undefined
dok. adeline krisanti/idea

Setidaknya, inilah fungsi Museum Bahari pada masa dulu. Pada zaman pendudukan Belanda, bangunan yang kini dialihfungsikan sebagai museum ini adalah gudang tempat menyimpan, memilih, dan mengemas barang dagang VOC, seperti rempah, kopi, teh, timah, dan tekstil.

undefined
dok. adeline krisanti/idea

Setelah tak dimanfaatkan sebagai gudang, Dinas Kebudayaan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta mengalihfungsikannya sebagai museum.

undefined
dok. adeline krisanti/idea

Arsitektur bangunan tetap dipertahankan sebagaimana aslinya. Hanya saja, beberapa bagian telah dicat ulang. Hanya dengan Rp 5.000 Anda sudah dapat menikmati koleksi perahu dari penjuru nusantara pada berbagai masa.

undefined
dok. adeline krisanti/idea

Terdapat pula di dalamnya bermacam-macam diorama tentang tokoh pelayaran tanah air. Anda juga harus mencoba naik ke sela tembok pagar terdepan Museum Bahari. Serasa berada di benteng!

undefined
dok. adeline krisanti/idea

Namun, seperti yang diberitakan oleh Kompas.com, telah terjadi kebakaran di Museum Bahari yang menghanguskan gedung C sisi utara museum pada Selasa (16/1/2018) pagi.

undefined
dok. adeline krisanti/idea

Ini adalah kebakaran pertama yang menimpa museum tersebut sejak dibangun 1977. Museum Bahari akan dibuka kembali pada Rabu (17/1/2018).

Reporter : Redaksi IdeaOnline
Editor : Sabrina

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×