Mengenal F. Silaban Melalui Sebuah Pameran di Galeri Nasional Indonesia

  • Kamis, 9 November 2017 18:00 WIB

Pameran | Dok. Sabrina Alisa/ideaonline

iDEAonline – Pusat Arsitektur Indonesia yang bekerjasama dengan kurator Setiadi Sopandi dan Avianti Armand, meluncurkan pameran bertajuk “Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984”.

Pameran ini diluncurkan untuk membawa sosok penting dalam sejarah nasional dan arsitektur Indonesia ke dalam wacana kebudayaan di Indonesia saat ini.

undefined
Setiadi Sopandi, kurator Pameran

Pameran “Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984” juga merupakan puncak dari kegiatan dalam mempelajari, melestarikan, menyiarkan pengetahuan dalam catatan kehidupan dan karir sang arsitek.

Upaya ini telah dirintis sejak tahun 2007 melalui serangkaian acara yang digagas oleh komunitas/jejaring modern Asian Architecture Network (Maan).

Pameran dibuka melalui fragmen 1 yang bertajuk “menjadi Silaban”, berlanjut ke fragmen 2, “Soekarno dan Silaban”, fragmen 3, yaitu “monumen”, fragmen 4 merupakan fragmen khusus yang bertajuk “Istiqlal”, dan fragmen 5 atau fragmen terakhir, “Akhir”.

undefined
Fragmen 2: Soekarno dan Silaban

Ini menampilkan 243 obyek yang terdiri dari gambar-gambar asli dari belasan karya arsitektur, foto-foto asli, berbagai dokumen dan obyek asli dari arsip F. Silaban, Bogor dan pameran akan berlangsung dari tanggal 8 November 2017 hingga 24 November 2017, di Gedung D, Galeri Nasional Indonesia.  

Friedrich Silaban sendiri merupakan arsitek kenamaan Indonesia yang aktif berkarya sejak masa akhir penjajahan Belanda hingga pada akhir dekade 1970. Karyanya yang paling terkenal adalah Masjid Istiqlal yang merupakan masjid terbesar se-Asia Tenggara.

Reporter : Redaksi IdeaOnline
Editor : Sabrina

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×