Perhatikan Ini untuk Meminimalkan Kerusakan Bangunan Akibat Gempa

Oleh : Dewi Kartini
/ Selasa, 13 Juni 2017 Kemarin pagi, gempa dirasakan masyarakat Sukabumi. Apa saja yang harus diperhatikan agar bangunan tempat tinggal kita tahan gempa?
Perhatikan Ini untuk Meminimalkan Kerusakan Bangunan Akibat Gempa

iDEAonline - Kemarin pagi pada pukul 06.15.07 WIB, gempa kembali dirasakan oleh masyarakat Bogor. Seperti dilansir Kompas.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geo Fisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga menginformasikan pusat gempat terjadi di Kota Sukabumi dengan kekuatan 6,3 Skala Richter.

Gempa sering sekali terjadi di wilayah Indonesia. Sepatutnya, kita yang tinggal di wilayah rawan gempa memperhatikan lebih lanjut mengenai struktur bangunan yang lebih "ramah gempa". Seperti apa bangunan yang aman terhadap gempa?

Pada prinsipnya, tak ada bangunan yang 100% tahan gempa. Tapi, setidaknya kerusakan akibat gempa itu bisa dimininalkan jika kita tahu struktur bangunan yang benar. Hal itu dijelaskan oleh Ir. Suradjin Sutjipto, M.Sc, Presiden Direktur Suradjin Sutjipto Incorporation.

Suradjin memaparkan kesalahan sering dilakukan karena masyarakat membangun tanpa mengerti struktur. Banyak bangunan penduduk yang dikerjakan asal-asalan. Bahkan, tak jarang ketika standar telah ditetapkan, para tukang tidak mengikuti prosedur. Itulah sebabnya banyak bangunan yang rawan terhadap gempa.

"Misalnya, kasus soft storey , di mana beban bangunan yang besar tidak diikuti dengan struktur yang kuat. Hasilnya, digoyang sedikit pun rontok," jelas Suradjin.

Anda pun harus hati-hati ketika membeli rumah sederhana yang sudah jadi. Terkadang, pengembang tidak mempedulikan standar struktur. Maka, tak heran banyak bangunan baru yang memiliki retak rambut.

Jadi, apa yang harus dilakukan agar bangunan cukup kuat? "Ketika membangun, pastikan bahwa tiga komponen utama terpasang dengan benar, yaitu balok ring, kolom praktis, dan balok pengikat, " ujar Suradjin.

Selain itu, di setiap lubang sebaiknya dilengkapi dengan balok kepala, seperti membingkai lubang tersebut. Misalnya, untuk pintu dan jendela. Jangan lupa pula, bahwa ukuran luas ruangan tanpa bantuan kolom praktis maksimal 9 m². Detail-detail semacam ini sering luput dari perhatian tukang. Suradjin menekankan, "Detail yang baik akan menjamin keandalan struktur terhadap goncangan gempa."

 

Foto: Dok. Kompas

Editor

Fransisca Wungu

Artikel Terkait