Mural Jadi Ajang Ekspresikan Selera Pribadi

  • Kamis, 24 Agustus 2017 14:30 WIB

Mural Jadi Ajang Ekspresikan Selera Pribadi | Foto Arif Budiman

Rumahguide - Pernahkah Anda mengunjungi beberapa kafe ternama yang tersebar di sudut kota? Mungkin Anda akan merasa familiar dengan pemandangan ini: dinding dihiasi ilustrasi nyeni beraneka warna. Bahkan, dinding-dinding ini dapat menjadi focal point yang memikat pengunjung untuk mengeluarkan smart phone dari saku, lalu mulai berfoto-foto.

Ya. Sama halnya dengan tren fesyen yang berputar bak roda, dinding lukis—atau yang biasa disebut dengan mural—memang tengah menjadi tren interior kembali. Padahal, sebenarnya mural telah dikenal sejak zaman prasejarah.

Terdapat lukisan gua di Lascaux, bagian selatan Perancis. Diduga, lukisan gua ini diciptakan sejak 31.500 tahun lalu oleh manusia prasejarah sebagai cara berkomunikasi dan menyimpan memori. Sesuai perkembangannya, para seniman Eropa di abad pertengahan sering mengaplikasikan mural pada dinding dalam bangunan, khususnya pada bangunan-bangunan bergaya Baroque, Rococo dan Renaissance.

Di masa lalu, mural klasik memang lebih sering menghiasi ruang dalam. Namun, beberapa tahun belakangan, mural menjadi salah satu media masyarakat urban untuk beropini di jalanan dan ruang luar lainnya—khususnya menyangkut kasus sosial dan politik. Oleh karena itu, banyak seniman mengkategorikannya sebagai street art, atau seni jalanan. Tak jarang orang menyamakannya dengan grafiti. Meskipun kenyataannya, grafiti lebih banyak berperan dalam kata-kata dibandingkan gambar.

Aliansyah Caniago, seorang seniman yang sering berkutat dalam dunia mural, mengungkapkan bahwa proses pembuatan dinding lukis di interior bersifat lebih privat. “Biasanya sih tergantung pada selera pengguna atau penghuni ruang, beda banget sama mural di outdoor yang harus memikirkan konteks lingkungan,” ucap Alin—panggilan akrab dari Aliansyah.

Ketika proses melukis dinding, biasanya Alin berusaha mengenal karakter penghuni dulu, baru menyesuaikannya dengan karakter interior. “Rumitnya, saat melukis mural di dalam ruang, saya harus memikirkan konsep yang spesifik, berhubung para penikmatnya pun spesifik pula, kan?” ujar pria yang mengenyam pendidikan di Jurusan Seni Murni Institut Teknologi Bandung ini.

Layaknya bidang seni lainnya, mural selalu berkembang sesuai zaman. Meskipun medianya selalu sama, yakni bagian dinding atau tembok bangunan, bahannya bisa bermacam-macam. “Bahkan, saya pernah lihat mural yang memakai kaca warna-warni juga, lho! Biasanya sih, material-material seperti itu menyesuaikan dengan konsep interior di sekelilingnya,” ucap Alin menjelaskan.

Ingin menggunakan dinding lukis atau mural di salah satu area rumah Anda? Atau, bahkan, Anda ingin mencoba membuatnya sendiri, demi menyalurkan bakat seni Anda? Dalam uraian berikut, Tabloid RUMAH akan membagikan sejumlah langkah, tip serta trik yang bisa Anda lakukan dalam proses pembuatan dinding lukis di rumah Anda. Selamat mencoba!

Alat dan Bahan

Berikut adalah alat dan bahan yang harus Anda siapkan sebelum membuat lukisan di dinding rumah Anda.

1.  Cat dinding interior (3 warna primer, 1 warna netral dan cat warna dasar).

2.  Kuas beragam ukuran. Anda juga bisa menggunakan spons atau alat lain untuk menyapukan cat, tergantung kreasi Anda.

3.  Isolasi kertas.

4.  Wadah cat.

5.  Kapur tulis.

6.  Ampelas (dibutuhkan bila cat dinding semula kotor dan tidak rata).

Reporter : Redaksi IdeaOnline
Editor : Nia Irawan

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×