Beginilah Cara yang Tepat Buat Rumah Tetap Sejuk Walau Menghadap Ke Matahari

  • Jumat, 11 Agustus 2017 13:45 WIB

Sejuk tetapi tetap kebagian matahari! | Dok. Kas+Architecture

iDEAonline –  Memiliki rumah yang berhadapan langsung dengan terbit atau terbenamnya matahari dapat menjadi kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan yang didapat pemilik rumah akan mendapatkan paparan sinar matahari yang baik, yang membuat di dalam rumah tidak terasa lembab.

Namun, sisi kekurangannya dari paparan sinar matahari yang langsung justru akan membuat suhu ruangan menjadi meningkat panas.

undefined
Foto oleh Dok. Kas+Architecture

Begitu juga yang terjadi pada next house, begitulah sang arsitek Kusuma Agustianto menyebut rumah ini.

Karena rumah yang dibuatnya menghadap barat, rumah ini membutuhkan perlindungan yang berfungsi menahan panas.

undefined
Foto oleh Dok. Kas+Architecture

Jenis yang dipilih oleh arsitek dan pemilik pun adalah secondary skin atau dinding kedua.

Area yang dilapisi berfokus pada lantai 2 yakni area kamar tidur anak.

Material yang digunakan pun adalah beton GRC yang dicetak berlubang-lubang.

undefined
Foto oleh Dok. Kas+Architecture

Meski menutup hampir seluruh bidang bagian rumah, desain yang berlubang membuat rumah dapat “bernafas”.

Sehingga sinar matahari tertahan namun tetap ada cahaya yang masuk.

Selain itu hal ini akan menimbulkan udara sejuk dari luar masuk kedalam.

Tak berhenti sampai disitu, secondary skin yang dipasang berjarak dari dinding utama menciptakan overhanging di area rumah bagian depan.

Sehingga teras depan terlindungi dari tetsan air hujan dan membuat teras terlihat lebih sejuk.

Reporter : Redaksi IdeaOnline
Editor : Maulina Kadiranti

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×