Yuk Ikuti Pengalaman 5 Arsitek Top Ini Ketika Traveling!

Oleh : Dewi Kartini
/ Senin, 20 Maret 2017 Arsitektur punya keindahan yang dapat direkam oleh fotografi. Karenanya, cek pengalaman  para arsitek ketika menuangkan cerita mengenai traveling dan fotografi.
  • Yuk Ikuti Pengalaman 5 Arsitek Top Ini Ketika Traveling

  • ”Saya bukan termasuk arsitek yang hobi fotografi. Bagi saya, memotret hanya sebagai dokumentasi saja. Saya memotret objek apa saja yang menurut saya menarik. Terutama untuk mengingatkan kepada diri sendiri tentang banyak hal yang saya temui sehari-hari.”

    PHOTO OLEH :

  • “Sebenarnya saya tidak maniak fotografi. Hanya kebetulan saja saya bisa motret. Buat saya, foto itu rekaman pribadi untuk disebarkan. Habis dilihat mata, direkam untuk ditunjukkan ke orang lain yang memerlukan. Kadang apa yang direkam di ingatan berbeda jauh dengan hasil fotonya, karena memang foto tidak pernah seindah warna aslinya.” 

    PHOTO OLEH :

  • PHOTO OLEH :

  • “Menikmati arsitektur bisa melalui dua cara, yaitu secara visual lewat fotografi dan secara benda (bangunan arsitektur)-nya sendiri. Arsitektur punya keindahan yang dapat direkam oleh fotografi.  Dan fotografi yang baik bisa memberi nyawa, karena mata fotografi bisa memberi dimensi yang berbeda.”

    PHOTO OLEH :

  • ”Saya kehilangan kamera sampai 2 kali, Nikon dengan lensa-lensa khusus untuk memotret arsitektur. Antara dongkol dan kesal, akhirnya saya mengganti total kamera saya  dengan yang sama sekali berbeda, termasuk juga formatnya, yaitu panoramik Hasselblad Xpan dengan hasil foto kebanyakan hitam putih. Bagi saya foto hitam putih bisa lebih berwarna dari foto berwarna, dan lebih kuat menyampaikan pesan. Saya sering traveling dan membuat foto-foto yang bersifat seni dan dokumentasi. Tapi belakangan, lebih banyak membuat foto-foto dokumentasi karena bisa lebih banyak bercerita.  Kamera yang awalnya ‘serius’  sekarang ‘turun pangkat’ jadi kamera handphone saja.”

    PHOTO OLEH :

iDEAonline.co.id - Memotret objek menjadi keasyikan tersendiri bagi para arsitek yang jago komposisi ini. Mengabadikan tempat-tempat yang dikunjungi menjadi sarana menyerap ide, wawasan, dan influence dari objek-objek yang mereka rekam melalui lensa-lensa mereka. Berikut pengalaman 5 arsitek top ketika traveling.

Para arsitek itu tak melulu "bersenjata" kamera DSLR yang serius dan canggih, lengkap dengan lensa-lensanya yang beragam. Sekadar ponsel yang punya fasilitas built-in camera pun oke saja! 

Andra Matin, Yori Antar, Raul Renanda, Ary Indra, Yu Sing.  Lima arsitek ini berbagi rekaman perjalanan  mereka melalui foto-foto yang mereka buat. 

Editor

Fransisca Wungu

Artikel Terkait