Permintaan Meningkat, Harga Apartemen Malah Mengalami Penurunan

Kamis, 29 November 2018 | 20:00

Ruang tamu apartemen

IDEAonline - Kendati apartemen strata atau kondominium mencatat kinerja positif dalam matriks pasokan, permintaan, dan penjualan, namun dalam matriks harga justru sedikit menurun.

Menurut riset Leads Property Indonesia, penurunan harga terjadi tipis 0,61 persen secara tahunan.

Ini artinya harga rata-rata apartemen strata di Jakarta berada pada angka Rp 24,05 juta per meter persegi.

"Sementara harga rata-rata apartemen di area Central Business District (CBD) justru meningkat 0,41 persen menjadi Rp 49,88 juta per meter persegi," tutur CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono menjawab Kompas.com.

Peningkatan juga terjadi di area utama non-CBD sebesar 0,07 persen menjadi Rp 32,54 juta per meter persegi.

Pasokan bertambah Dengan tambahan 537 unit yang baru diluncurkan pada kuartal III-2018, keseluruhan pasokan kumulatif apartemen di Jakarta juga tumbuh 0,73 persen.

Baca Juga : Pangeran Harry dan Meghan Markle akan Tempati Rumah Baru, Ada Dua Makam Didalamnya!

Ilustrasi apartemen(Thinkstock) Proporsi pasokan kumulatif sama dengan kuartal sebelumnya, di mana segmen menengah mendominasi atau 38 persen dari keseluruhan pasokan, diikuti oleh segmen menengah bawah sebanyak 31 persen.

Jakarta Selatan dan Barat masih menjadi penyumbang terbesar dengan angka 20 persen dari keseluruhan pasokan.

Sementara permintaan kumulatif naik 1,99 persen. Melanjutkan kecenderungan pada kuartal sebelumnya.

Kelas menengah dan atas dengan diskon dan skema pembayaran fleksibel memberikan kontribusi terbesar penjualan.

Baca Juga : Tak Cuma Produksi Telepon Pintar, Nokia Juga Luncurkan Perangkat yang Bantu Mudahkan Tidur Lho!

"Investor telah menunjukkan minat yang berbeda, terutama di wilayah Jakarta Pusat, sebagai lokasi baru yang menguntungkan," ucap Hendra.

Adapun tingkat penjualan keseluruhan apartemen tercatat 89,39 persen, meningkat 1,10 persen.

Dengan sebagian besar penjualan pada kuartal ini disumbangkan oleh segmen menengah ke atas.

Segmen ini menujukkan pertumbuhan tertinggi sepanjang tahun sebesar 5,15 persen, dengan Jakarta Pusat sebagai motornya yang mencatat pertumbuhan 3,50 persen.(*)

Editor : Pipit

Baca Lainnya