Hanya Ada di Kota Ini, Bangunan Memakai Material Puluhan Jendela Bekas

Rabu, 02 Januari 2019 | 09:55
archdaily

Bangunan di kota Kamikatsu yang dibuat dari bahan bebas limbah

IDEAonline-Terletak di ngarai yang curam dan lembah sungai di Perfektur Tokushima, Jepang, Kamikatsu merupakan sebuah kota kecil yang berbeda dengan kota lainnya.

Salah satu yang membedakannya adalah hamir seluruh yang ada di kota Kamikatsu bebas dari limbah.

Sejak 2003, kota ini telah berkomitmen tanpa limbah.

Persyaratannya dengan jelas diatur, limbah harus dipilah dalam lebih dari 30 kategori, barang yang rusak atau usang disumbangkan atau ditanggalkan, barang yang tidak diinginkan ditinggalkan di toko untuk pertukaran dengan komunitas.

Baca Juga : Tak Perlu Keluarkan Uang, Ini 3 Langkah Ciptakan Kenyamanan di Kamar dengan Mudah!

Upaya warga yang sudah berjalan selama belasan tahun ini akhirnya membuahkan hasil.

Hampir 80% sampah di kota ini berhasil didaur ulang.

Hal ini ternyata membuahkan sebuah tantangan yang besar ketika Hiroshi Nakamura & NAP diminta untuk membuat rumah publik baru di kota.

Mereka akhirnya tertarik untui membuat bangunan yang masuk dalam kategori tanpa limbah.

Baca Juga : 4 Cara Tepat Membersihkan Lantai Dapur Berminyak Usai Pesta Tahun Baru

archdaily

Bangunan di Kota Kamikatsu yang dibangun tanpa menghasilkan limbah

Nakamura ditunjuk karena merupakan salah satu arsitektur yang bertalenta dan juga telah lama tertarik pada arsitektur tanpa limbah.

Baginya tantangan terbesar arsitektur adalah untuk menghasilkan kritik kapitalisme yang sukses.

Rumah di Kamikatsu merupakan bangunan dengan struktur sederhana.

Bangunannnya terdiri dari fasad berpanel kayu dan rendah sehingga memungkinkan untuk berbaur.

Program ini juga unik karena tidak hanya rumah tetapi mereka juga membuat tempat bir, pub, toko dan pusat kegiatan masyarakat.

Dalam komponen yang lebih teknis, bangunan untuk memproduksi bir ini memiliki gudang, tempat pembuatan bir dan ruangan pub itu sendiri.

Di sini kamu akan menemukan elemen bangunan paling ikonik.

Baca Juga : Usai Rayakan Tahun Baru, Ikuti 5 Cara Cepat Membersihkan Dapur Agar Tampil Kinclong

archdaily

Jendela bangunan ini menggunakan berbagai jendela bekas yang ditemukan di kota

Ada jendela besar dan jumlahnya banyak.

Semua jendela ini merupakan material hasil daur ulang dari struktur bangunan lain yang ada di dalam dan sekitar kota Kamikatsu.

“Kami mengumpulkan jendela-jendela yang menerangi kota di masa lalu."

Baca Juga : Menurut Penelitian, Ada Usia Ideal untuk Kunjungi IKEA, Alasannya Masuk Akal!

archdaily

Bangunan ini merupakan pub dan juga pusat kegiatan masyarakat di Kota Kamikatsu

"Itu keinginan kamu bahwa mereka akan kembali berfungsi sebagai lentera harapan untuk menyinari kota yang tengah berjuang karena populasi menurun” kata Nakamura.

Elemen desain ini tidak hanya memenuhi kebutuhan limbah tetapi juga mencerminkan rasa kebanggaan menggunakan elemen-elemen lokal pada bangunan.

Pengunjung yang datang ke bangunan-bangunan ini akan melihat berbagai struktur kota dari dalam jendela dan akan terlihat seperti membaca sejarah kota dalam bangunan.

Bagi Nakamura & NAP, kebanggaan ini adalah unsur penting dalam arsitektur.

Sama seperti upaya daur ulang kota membutuhkan input dan koordinasi masyarakat.

Demikian juga desain dan konstruksi bangunan.

Baca Juga : Villa Kerajaan Dipakai Berlibur, Salah Satu Tempat Tidurnya Dilarang Ditiduri, Ini Alasannya

archdaily

Bangunan ini tampak menarik dengan banyak jendela dan penerangan yang digunakan

Arsitek memperhitungkan input penduduk selama proses berlangsung, menetapkan ruang sebagai aset komunitas sejak awal.

Bahkan perabotan interiornya direklamasi dari rumah-rumah di daerah itu sehingga memberikan suasana ruang keluarga urban yang luas dan terbagi.

Sejak konstruksi selesai pada tahun 2015, bangunan ini telah menjadi karakter penting di kota ini.

"Dengan mewujudkan visi kota dalam kehidupan sehari-hari, penduduk setempat yang berkumpul di pub ini mulai benar-benar menyadari bahwa tindakan mereka menyenangkan dan kreatif," jelas Nakamura. (*)

Baca Juga : Muak dengan Sampah Plastik, Perusahaan Arsitektur Ini Ciptakan Furnitur dari Plastik Daur Ulang

Editor : Alfa

Baca Lainnya