Terapkan Konsep Farmhouse, Penghuni Dapat Menghasilkan Bahan Makanannya Sendiri!

Senin, 25 Februari 2019 | 11:00
(Precht.)

Arsitek Christ dan Fei mengembangkan The Farmhouse sebagai cara untuk menghubungkan kembali orang-orang di kota dengan pertanian.

IDEAonline -Studio arsitektur Precht milik arsitek Christ Precht dan istrinya Fei, mengembangkan konsep perumahan modular yang memungkinkan penghuni dapat menghasilkan bahan makanan sendiri dari pertanian vertikal.

Arsitek Christ dan Fei mengembangkan The Farmhouse sebagai cara untuk menghubungkan kembali orang-orang di kota dengan pertanian.

Baca Juga : Meski Berpisah dengan Gading Marten, Gisella Anastasia Tetap Jalin Hubungan Baik, Gisel: Balikan Sajalah!

Precht merancang ide rumah pertanian ini karena dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya jumlah populasi odi seluruh dunia.

(Precht )

Setiap unit rumah akan dilengkapi dengan ruang tamu terbuka dan dapur.

Mayoritas dari penduduk kini tinggal di perkotaan.

Menurut Precht, masyarakat kini bahkan telah kehilangan kontak dengan pertanian dan pengetahuan mengenai bagaimana sumber makanan tersebut diproduksi.

Baca Juga : Tak Jadi Disewakan, Wisma Atlet Kemayoran Ini Kini Dimanfaatkan untuk Rumah Dinas Aparatur Sipil Negara!

Sistem yang diciptakan Precht memungkinkan orang untuk menanam bahan makanan di salah satu blok menara, baik untuk konsumsi pribadi maupun dibagi dengan penduduk lain.

(Precht)

Desain rumah vertikal ini dirancang dengan bahan kerangka dengan material kayu laminasi (CLT).

"Saya pikir kita kehilangan koneksi fisik dan mental ini dengan alam dan proyek ini bisa menjadi katalis untuk menghubungkan kembali diri kita dengan sikkus hidup lingkungan," ujar Chris Precht.

Baca Juga : Paru-parunya Bocor Akibat 17 Kali Tusukan, Begini Kondisi Youtuber Indonesia Ini Sekarang!

Desain rumah vertikal ini dirancang dengan bahan kerangka dengan material kayu laminasi (CLT).

Bahan ini dipilih karena dianggap lebih berkelanjutan dibanding beton. Setiap dinding modul akan terbuat dari tiga lapisan.

Lapisan pertama adalah bagian dalam yang menghadap interior rumah.

Baca Juga : Iseng Banget, Saaih Halilintar Pindahkan Kasur Adiknya ke Kolam Renang!

Sementara lapisan tengah berfungsi sebagai truktur dan insulasi. Terakhir lapisan paling luar akan menampung semua elemen pertanian dan persediaan air.

Selain itu, setiap modul juga didesan dengan fungsi yang berbeda seperti hidroponik agar tanaman dapat tumbuh di media tanpa tanah, sistem pengolahan limbah, hingga modul untuk panel surya.

Setiap unit rumah akan dilengkapi dengan ruang tamu terbuka dan dapur.

Baca Juga : Tidur dengan Gunakan Kaus Kaki Ternyata Berikan Efek Positif, Lho!

Sedangkan kamar tidur akan dibuat dengan bentuk tenda di lantai atas.

(Precht.)

Sistem yang diciptakan Precht memungkinkan orang untuk menanam makanan di salah satu blok menara

Sementara kebun yang tumbuh akan diatur sedemikian rupa sehingga terasa lebih privat namun sekaligus juga komunal.

Unit paling kecil yang dirancang sebesar 9 meter persegi ditambah balkon seluas 2,5 meter persegi.

"Sistem ini tidak membatasi ketinggian menara, karena dapat disesuaikan dengan ketebalan struktur yang berbeda," ujat Christ Preht.

Baca Juga : Agar Jendela Kinclong, Perhatikan 3 Tips Ini Ketika Membersihkan!

Namun peraturan setiap wilayah dapat membatasi penggunaan kayu, seperti di beberapa negara seperti Jepang, Kanada, Austria, dan Inggris.

Jika tidak ingin berkebun sendiri, penghuni bisa mendapatkan bahan makanan dari pasar yang berada di lantai dasar menara.

Selain pasar, area ini juga dilengkapi dengan gudang penyimpanan makanan pada musim dingin dan unit daur ulang untuk mengubah limbah makanan menjadi kompos.

Baca Juga : Dibangun dengan CLT, Paviliun di tengah Hutan Ini Miliki Bentuk Melengkung

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "The Farmhouse", Konsep Bertani di Apartemen

Editor : Amel

Baca Lainnya