Fatal Jika Sembarang Memasang Karpet, Ini yang Boleh dan Pantang Dilakukan!

Sabtu, 11 Mei 2019 | 11:00
Overstock

Posisi karpet sebaiknya diubah secara berkala.

IDEAOnline-Saat menata ruang, karpet bisa dijadikan andalan dalam menguatkan konsep

desain yang diusung.

Namun jangan sembarang memasang dan memilih karpet karena jika salah memilih dan

memasangnya, bukannya ruang jadi makin cantik, bahkan bisa-bisa timbulkan penyakit.

Ini aturan memilih dan memasang karpet, yang boleh dan tidak boleh kamu lakukan.

Jangan menempatkan karpet dengan posisi yang sama secara terus menerus.

Karena, pada kondisi ini, posisi tertentu akan lebih sering dipijak sedangkan sisi lainnya

jarang.

Pada sisi yang sering dipijak tentu cenderung mudah kotor atau terbentuk peta pijakan,

misalnya bulu karpet yang sering terinjak kaki menjadi “tidur”.

Baca Juga : Pesona Teraso di Lantai, Cat Dekoratif Ini Juga Punya Motif Lain Lho!

Baca Juga : Pakai Karpet Agar Lantai Tak Polos, Ini Tips Memilih dan Memasangnya!

Dezeen

Bentuk dan warna karpet dapat mendukung konsep desain ruang.

Ubahlah posisi karpet secara berkala, 1–2 bulan sekali agar kelebatan dan kelembutan bulu

karpet tetap merata.

Perhatikan pula posisinya terhadap jendela atau sinar matahari.

Perubahan posisi ini juga mengurangi risiko memudarnya warna karpet pada jenis tertentu.

Karpet yang berbulu atau jenis shaggy memang membuat ruang terlihat lebih santai.

Namun, janganlah latah ikut memakai karpet jenis ini jika salah satu anggota keluarga

kamu, khususnya anak-anak mengidap alergi debu yang berat.

Pilihlah karpet jenis yang tidak berbulu atau shaggy jika dinilai karpet yang berbulu dapat

memicu kambuhnya alergi karena cenderung menyimpan debu yang bisa beterbangan jika

kurang terawat.

Baca Juga : Dibuat untuk Ruangan Berbeda, Ini 5 Jenis Karpet Berdasarkan Penempatan

Baca Juga : 7 Tips Jitu Mengganti Lantai Parket Rusak

the spurce

Kebiasaan penghuni menjadi faktor yang berperan dalam memilih.

Walau tersedia vacuum cleaner untuk menyedot debu yang menempel di bulu karpet,

namun tentunya lebih aman jika tidak memilih karpet jenis ini karena anak-anak senang

bermain di lantai.

Warna dan corak karpet yang sangat variatif menggoda kamu menggunakan sebagai

pengisi ruang dengan alasan kesesuaian warna atau tema.

Namun ada yang tidak berani memilih warna yang dianggap berseberangan.

Karpet yang warna dan coraknya lembut kerap dipilih dengan alasan lebih “aman” dan cocok

dengan penataan ruang model apa pun.

Baca Juga : Bingung Akan Memakai Lantai Kayu? Simak 6 Pertimbangan Sebelum Memasang

Baca Juga : Inovasi Terbaru, Material Penutup Lantai Anti Bakteri PemBunuh Bakteri

Overstock.com

Sesuaikan bahan karpet dengan fungsi ruang.

Jika ruang keluarga sudah banyak memainkan corak yang berasal dari wallcover, sofa, dan

gordennya, sebaiknya kamu memilih karpet yang berwarna dan bercorak lembut atau

bahkan polos sehingga tidak membuat ruang menjadi terlihat “hiruk-pikuk”.

Sebaliknya, jika elemen pengisi ruang cenderung kalem dengan warna-warna tenang maka

hamparan karpet dengan warna yang terang dan kontras akann menghidupkan ruang.

Atau, pilihkan corak yang berani sehingga ruang keluarga menjadi lebih hidup.

Nah, Idea Lover, dicoba yuk.

Baca Juga : Ciptakan Rumah Sehat Bebas Alergi dengan 7 Cara Sederhana Ini!

Baca Juga : Rumah Bisa Memicu Alergi Debu! Lakukan Hal Ini Untuk Mencegahnya

(*)

Editor : Maulina Kadiranti

Baca Lainnya