Bersihkan Sampah yang Menyumbat pada Dinding Talang, Begini Atasi Rembes di Rumah

Senin, 12 Agustus 2019 | 12:00
acitymadebypeople.com

Tingkat kerusakan akibat rembes pengaruhi penanganannya.

Tabloid RUMAH 153

IDEAonline - Rembesan pada rumah jangan pernah dianggap enteng. Bila rembesan makin melebar akan merepotkan kita sendiri nantinya.

Rembesan merupakan masuknya air ke bagian-bagian bangunan hingga menembus ke dalam bangunan, biasanya terjadi pada dinding atau lantai.

Dok. Tabloid Rumah

Jangan Sepelekan Rembesan Pada Rumah

Baca Juga: Gunakan Tanaman Sebagai Peredam Suara di Ruangan, Ini Inspirasi Huniannya!

Rembesan sangat mudah dikenali yaitu dengan munculnya flek-flek pada dinding atau genangan air pada lantai. Hal ini terjadi karena ketidaksempurnaan pada proses pengerjaan bangunan rumah.

Sebelum terlambat salah satu cara mengenali gejala rembesan adalah menggunakan indera peraba kita.

Baca Juga: Unik, Begini Idea Gaya Industrial yang Mengekspos Jalur-jalur Pipa Utilitas, Keren Banget!

Selain dapat dilihat langsung berupa flek atau sering disebut “ompol”, indikasi lain yaitu rasa dingin yang berlebihan ketika permukaan dinding atau lantai disentuh oleh tangan.

Bila rembesan ini dibiarkan, akibatnya cat pelapis dinding akan rontok dan plesteran semen pun akan ikut rontok pula.

Sedangkan rembesan pada lantai terlihat pada permukaan ubinnya.

Untuk lantai keramik bercak tidak akan timbul pada ubin melainkan pada sekitar nat, ini karena sifat keramik yang kedap air.

Mengatasi Masalah Rembesan

Rembesan pada dinding berasal dari air yang meresap pada pondasi bangunan.

Apabila rembesan akibat retak dinding, pada bagian dalamnya diberi plamur dinding kemudian di bagian luarnya diberi waterproofing yang mampu menahan air.

Baca Juga: Mudah, Simak Cara Buat Taman Belakang Rumah Ideal untuk Bermain Anak!

Bila rembesan sudah terlalu parah, cara mengatasinya adalah dengan memperbaiki pondasi tersebut.

Selain pondasi bangunan yang diperbaiki, plesteran dindingpun juga turut diperbaiki.

Penggantian plesteran lama ke plesteran baru dapat mengatasi rembesan dinding.

Untuk rembesan di lantai terutama lantai kamar mandi yang sering lembap, caranya harus ada yang menghalangi masuknya air ke dalam lantai atau dinding kamar mandi.

Waterproofing dapat digunakan untuk menghalangi air tersebut.

Pada dinding kamar mandi yang perlu dilapisi waterproof adalah dinding sekitar jalur pipa-pipa air.

Baca Juga: Asal Taruh Lampu, Ruang Tak Cantik, Ini Cara Benar Arahkan Cahaya (2)

Ini dilakukan untuk mencegah merembesnya air apabila terjadi kebocoran.

Bila lantai terpaksa dibongkar, usahakan mengganti ubinnya dengan menggunakan keramik atau bahan lain yang kedap air.

Rembesan yang berasal dari wuwungan (bubungan) atap bisa terjadi karena komposisi semen untuk memasang nok atau wuwungan tidak sempurna.

Hal ini bisa saja pengaruh kondisi cuaca yang membuat lapisan semen retak dan memudar. Untuk mengatasinya, lapisin lagi dengan semen cair atau diaci ulang dengan semen yang dicampur sedikit kapur untuk menghindari retak berulang.

Kalau ada retak yang terlalu besar, korek retaknya dan tambal dengan semen dan diberi material waterproof.

Foto Dok. Sub /Pemilik Muhammad Sagitha /Arsitek Sub (Wiyoga Nurdiansyah, Muhammad Sagitha)

Jangan Sepelekan Rembesan Pada Rumah

Baca Juga: Apa Benar Bila Pintu Utama Dapur Saling Berhadapan Akibatkan Masa Depan Buruk? Ini Kata Feng Shui!

Bila rembesan bersumber dari talang yang berada di plafon, penyebabnya dapat berupa sampah yang menyumbat serta ada retakan pada dasar tulang.

Caranya bersihkan sampah yang menyumbat dan pada bagian dasar dan dinding talang diberi lapisan kedap air.

(*)

Editor : Maulina Kadiranti

Baca Lainnya