5 Tips Agar Karpet Bebas Apek dan Bersih, Warna Tetap Terjaga!

Selasa, 25 Februari 2020 | 17:00
Overstock

5 Tips Agar Karpet Bebas Apek dan Bersih, Warna Tetap Terjaga!

IDEAonline-Inilah panduan merawat karpet secara berkala agar bersih dan warnanya tetap terjaga.

Sebastian + Ira/ArchitecturalDigest

5 Tips Agar Karpet Bebas Apek dan Bersih, Warna Tetap Terjaga!

Karpet menjadi elemen ruang yang berfungsi sebagai alas lantai sekaligus mempercantik ruangan.

Baca Juga: Jadi Solusi Plafon dan Dinding Gipsum Aman dan Hasil Akhir Sempurna, Jayaboard Raih Top Brand Selama 10 Th

Namun, penempatan di lantai dan bentuknya yang yang terdiri serat kain membuat perawatan rutin menjadi kewajiban.

Pembersihan berkala bertujuan untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel pada serat karpet.

Debu yang berlebih bisa membuat ruangan kotor. Dalam waktu lama, karpet bisa menjadi sarang kuman dan kutu penyebab alergi dan penyakit.

Perawatan berkala juga menjadi cara untuk mengurangi risiko warna karpet menjadi pudar.

Baca Juga: Cara Hadirkan Hunian Dibawah 200 M dengan Paduan Mural! Coba Gunakan Gaya Rustik

Sebagai panduan, berikut 5 saran agar karpet tetap bersih dan indah.

1. Lakukan penedotan debu pada karpet minimal dua kali seminggu, tergantung pada lokasi penempatan karpet.

Baca Juga: Berada di Tanah yang Miring, Intip Isi Rumah yang Dihubungan Melalui 1 Koridor Bawah Tanah, Isinya Bikin Melongo

Semakin sering orang berlalu-lalang di ruang tersebut, semakin sering pula pembersihan karpet harus dilakukan.

Pembersihan dapat dilakukan dengan menggunakan vacuum cleaner atau penghisap debu.

Warna karpet akan mudah pudar bila terkena paparan matahari terus menerus dalam jangka waktu lama.

Atur ulang posisi karpet bila sebagian karpet terkena cahaya matahari terus menerus.

Inilah panduan merawat karpet secara berkala agar bersih dan warnanya tetap terjaga.

Foto Adeline Krisanti

5 Tips Agar Karpet Bebas Apek dan Bersih, Warna Tetap Terjaga!

2. Ketika membersihkan karpet, sebaiknya perhatikan jenis vacuum cleaner yang Anda gunakan.

Pilih jenis kering/dry.

Untuk meminimalkan debu dan kotoran mikro penyebab alergi, Anda sebaiknya memilih vacuum cleaner dengan penyaring berjenis high efficiency particulate arresting (HEPA).

3. Cuci karpet secara berkala, minimal 6 bulan sekali.

Gunakan mesin cuci dan detergen khusus karpet. Jika pembersihan dilakukan manual, gunakan selang air bertekenan tinggi yang disemprotkan ke bidang karpet.

Hindari menyikat karpet dengan keras saat mencuci untuk menghindari serat rusak.

Baca Juga: Khawatir Apartemenmu Terasa Sempit? Ikuti 6 Langkah Hemat Ini

4. Bila karpet terkena noda, segara bersihkan.

Jangan menunggu hingga noda mengering. Semakin lama noda menempel, semakin sulit untuk membersihkannya.

Baca Juga: 4 Tips Merawat dan Cuci Gorden Agar Tetap Awet, Jangan Lupakan Vitrase

5. Bila repot untuk membersihkan karpet ruangan dengan ukuran yang besar, Anda bisa menghubungi jasa mencuci karpet.

Biaya yang dibutuhkan berkisar Rp 50 ribu – Rp 150 ribu, bergantung pada jenis dan luasan karpet yang dicuci.

Artikel ini tayang di majalah IDEA edisi 143

(*)

#tips merawat karpet

#tips karpet

#karpet bersih

Editor : Maulina Kadiranti

Baca Lainnya