Berbagi IDEA Tips Sukses Aplikasikan Softfurnishing melalui Pilihan Warna, Corak, dan Tekstur

Selasa, 21 April 2020 | 17:06

Suasana dan nuansa ruang tercipta dari pilihan warna, corak, dan tekstur softfurnishing.

IDEAOnline-Softfurnishing dikenal sebagai istilah untuk segala bentuk finishing interior yang terbuat dari kain dan serat.

Contohnya benda yang termasuk dalam softfurnishing adalah upholstery, karpet, tirai, vitrase, taplak meja, runner, bed cover, seprai, pelapis sofa, sarung bantal, slipcover, serbet, placemat, kelambu, tudung saji, tutup kulkas, tutup galon, dan tutup telepon.

Kain dan serat sebagai bahan dasar softfurnishing, bisa berasal dari bahan alami maupun buatan.

Sebagai contoh bahan alami yang biasa dipakai sebagai bahan softfurnishing adalah linen, wol, katun, atau sutra.

Keanekaragaman jenis tekstil memberi pilihan bagi kita dan berperan dalam menghasilkan karya desain yang baik.

Dan bicara soal tekstil tak akan bisa dilepaskan dengan tiga unsur penting yaitu: warna, corak atau motif, dan tekstur.

Berbagi IDEA kali ini adalah soal tips sukses mengaplikasikan softfurnishing menggunakan 3 unsur penting, warna, corak, dan tekstur.

Baca Juga: Memilih Softfurnishing Aman untuk Anak, Tiga Hal Ini Perlu Diketahui

dok. ctidoma.cz

Warna-warna salem atau pastel softfurnishing pada wallcover, sofa dan bantal, sera karpet, menyiratkan kelembutan.

Warna Membangun Suasana

Prinsip pengaplikasian warna pada soft furnishing tak jauh berbeda dengan pengaplikasian dalam ruang secara keseluruhan.

Warna lembut dan terang memberi kesan lebih luas dan melegakan.

Warna solid cenderung gelap, membuat ruang terkesan sempit.

Warna-warna lembut umumnya diaplikasikan untuk soft furnishing yang dipakai pada furnitur dan aksesori.

Selain untuk tujuan tertentu seperti aksen, maka warna menyala dan kuat juga dapat diaplikasikan.

Di rumah berlahan terbatas, warna juga dapat dijadikan penanda untuk fungsi ruang yang berbeda.

Mengaplikasikan warna berbeda untuk sebuah karpet yang terhampar di ruang keluarga yang menyatu dengan ruang tamu, menjadi batas semu kedua ruang ini.

Untuk hasil maksimal pengetahuan tentang kombinasi warna harus dipahami secara benar agar warna yang kita aplikasikan pada softfurnishing memberi andil penyatuan ruang dan kesan yang ingin diciptakan.

Baca Juga: Berbagi IDEA Ganti Warna Ciptakan Suasana Baru, Tips dari Desainer

Kompas.com

Motif softfurnishing pada wallcover semarakkan ruanr.

Corak Memberi Energi dan Identitas Diri

Untuk mendapatkan mood ruang seperti yang diinginkan, kita dapat “memainkan” corak.

Penentuan corak atau motif pada softfurnishing dilakukan setelah memilih warna.

Menambahkan corak dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik dengan biaya mahal ataupun berbiaya ringan.

Menambahkan corak berarti memberi energi dan sentuhan dinamis ke dalam hunian.

Misalnya, kita bisa mengaplikasian kancing dengan pola tertentu pada sebuah bantal hias yang disaput kain polos.

Jika pola kotak menjadi tema dalam ruang, maka kancing bisa kita pasang dengan pola yang sama.

Pilih warna kancing yang sesuai dengan warna-warna yang ada pada ruang—dinding, karpet, atau furnitur.

Menambahkan pita, atau mengaplikasikan sulaman adalah cara lain yang bisa dilakukan.

Untuk memberi identitas diri, sebuah pola yang membentuk singkatan nama bisa kita aplikasikan.

Hati-hati menentukan tipe dan pola corak.

Ini akan memengaruhi kesan ruang secara keseluruhan.

Pola garis vertikal memberi kesan sempit dan tinggi, sedangkan garis horizontal berkesan lebar tapi rendah.

Pola ini paling sering diaplikasikan untuk memberi sentuhan pada dinding, baik melalui wallpaper atau dengan pemasangan kain sebagai background sebuah objek yang ingin ditonjolkan.

Corak bunga yang besar dengan warna yang mencolok pada sarung bantal yang diletakkan di ruang tamu yang sempit, akan memberi kesan ruang semakin penuh.

Untuk rumah mungil, sebaiknya hindari corak seperti ini.

Kecuali, jika memang pengaplikasiannya digunakan untuk memberi kesan dramatis pada satu elemen tertentu atau menjadi aksen untuk menghilangkan kemonotonan.

Baca Juga: Gunakan Wallpaper Sekaligus Karpet Motif Kala Lebaran , Gaya Apa yang Digunakan Hunian Ma'ruf Amin?

popsugar

Ekspresi fisik bahan softfurnishing pada perlengkapan tidur memberi sensasi hangat dan damai.

Tekstur Ekspresinya Timbulkan Sensasi

Tekstur merupakan salah satu elemen desain yang penting di samping warna, bentuk, dan corak.

Sebuah ruang atau objek yang kaya akan tekstur akan menimbulkan sensasi berbeda bagi yang melihatnya.

Dan setiap bahan menyajikan ekspresi tekstur yang berbeda dan unik.

Fungsi pengolahan tekstur pada saat mendesain adalah mengoptimalkan efek yang ditimbulkan oleh sebuah ekspresi fisik dari bahan yang digunakan.

Tekstur dalam sebuah kain akan menentukan lembut atau keras, kasar atau halus.

Sebuah bantal dengan sarungnya yang terbuat dari sutera berwarna putih akan memberi sensasi bagi yang melihatnya.

Hanya dengan melihat, sebuah kenyaman dan kelembutan akan terbayang saat bersandar pada bantal.

Contoh lain, karpet terbuat dari kain wol dengan warna cokelat tanah, memberi sensasi hangat sekaligus lembut saat talapak kaki berjalan di atasnya.

Mengolah tekstur pada soft furnishing dapat dipadupadankan dengan tekstur elemen lain yang ada pada sebuah ruang.

Misalnya untuk melembutkan ruang teras yang terkesan “keras” karena dindingnya terbuat dari bata ekspos tanpa aci, dapat ditaruh sebuah runner pada meja teras dengan pilihan bahan katun dan warna lembut.

Baca Juga: Bisa Jadi Sarang Debu, Ini Cara Pilih Tekstur Karpet yang Tepat

(*)

Editor : Maulina Kadiranti

Baca Lainnya