Pemborong Kabur Renovasi belum Kelar? Antisipasi dengan 6 Poin Penting Ini di Surat Konrak

Kamis, 04 Juni 2020 | 20:30
Architecture Lab

Perhitungkan dengan cermat pilihan tukang dan waktu penyelesaian sesuai beban pekerjaan.

IDEAOnline-Surat kontrak dengan isi rapi dan mendetail akan mencegah masalah saat renovasi, khususnya kerjasama dengan tukang atau kontraktor yang mengerjakan pembangunan rumah.

Berikut beberapa poin penting yang wajib ada dalam surat kontrak adalah sebagai berikut.

Identitas yang Jelas

Poin pertama yang terpenting adalah nama dan identitas yang jelas sebagai PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

Kontrak berfungsi mengikat dua orang atau pihak berbeda dalam sebuah perjanjian yang disepakati bersama.

Oleh karena itu, pastikan nama dan alamat ditulis dengan lengkap dan jelas agar perjanjian bersifat mengikat secara spesifik bagi ke dua pihak.

Baca Juga: Tukang Borongan atau Harian Mana yang Lebih Mahal? Ini Faktanya!

Menghitung dengan cermat biaya pembangunan.

Rincian harga

Pertama-tama tentukan apakah harga bersifat mutlak dan mengikat.

Misalnya, sejak awal Anda menetapkan hanya akan mengeluarkan biaya sebesar 25 juta rupiah dan tidak bersedia menanggung biaya tambahan apapun selama proses renovasi berlangsung.

Ada yang menyebut sistem tersebut sebagai lump sum, ada juga yang menyebutnya fixed price.

Umumnya, kontraktor atau tukang masih bersedia menanggung penambahan minor di luar harapan.

Namun tidak demikian jika penambahan biaya cukup besar.

Oleh karena itu tambahkan pasal atau butir yang berisi batas maksimal kesediaanmu membayar biaya tambahan.

Yang terpenting, paparkan rincian harga tersebut dalam beberapa bagian yang mendetail. Misalnya bagi rincian tersebut per proses pengerjaan atap, lantai, dinding.

Uraikan harga, material, dan proses sedetail mungkin untuk menghindari mark up.

Baca Juga: Tetap Tinggal di Rumah Saat Renovasi Bisa Saja, Ini Risiko yang Harus Diterima

arte-living.com

Ilustrasi jasa kontraktor.

Term of payment

Kontraktor pasti meminta DP atau uang muka di awal pengerjaan.

Ada dua cara membayar yang bisa Anda kamu lakukan.

Pertama adalah pembayaran DP di awal yang dilanjutkan dengan pembayaran secara berkala.

Yang kedua adalah DP by progress yang dibayarkan sesuai proses.

Misalnya kamu membayar 10% di awal renovasi, lalu kamu membayar lagi 20% ketika proses renovasi sudah menunjukkan kemajuan pada minggu berikutnya.

Penalti

Jadwalkan dengan baik lama pengerjaan proyek.

Atur kinerja tukang dengan penalti atau sanksi yang mengikat.

Misalnya, jika tukang melebihi jumlah hari kerja yang disepakati (tak terhitung Sabtu

dan Minggu), potong sisa tagihan atau biaya pembayaran yang dijanjikan.

Umumnya, sisa tagihan dipotong per hari dengan perhitungan 2/1000 x total biaya.

Meskipun demikian, batasan maksimal pemotongan adalah hingga 3% dari total biaya.

Pasal yang mengatur tentang penalti ini biasanya juga diikuti oleh penalti untuk pemilik rumah jika terlambat melakukan pembayaran.

Baca Juga: Ini yang Harus Dilakukan Jika Pindah Sementara Saat Rumah Direnovasi, Tips Memakai Jasa Pindahan

Shutterstock

Ilustrasi: Gambar kerja dilampirkan bersama kontrak menjadi panduan kinerja tukang.

Garansi

Sebagai pemilik rumah, kamu bisa meminta garansi terhadap kerusakan rumah untuk jangka waktu tertentu.

Menurut Desainer Interior Eduardus Tri Aryo, tak semua bagian rumah bisa dilindungi oleh garansi jangka panjang

“Untuk furnitur yang bersifat tear and wear, misalnya meja makan, paling hanya satu bulan saja,” ujarnya.

“Karena furnitur-furnitur tersebut kan sifatnya dipakai terus. Jadi umumnya ada goresan pun karena dipakai, bukan karena rusak,” lanjut Eduardus lagi.

Lebih lanjut, Eduardus menyarankan agar kamu sebagai pemilik rumah sebisa mungkin meminta garansi terhadap rumah hingga melewati satu kali musim hujan.

“Untuk melihat apakah ada kebocoran atau tidak,” jelasnya.

Baca Juga: Rumah Direnovasi, Harus Ngungsi Sementara atau Tetap di Rumah? Pertimbangkan Ini!

Lampiran Gambar Kerja

Gambar kerja harus dilampirkan bersama kontrak untuk menjadi panduan kinerja tukang.

Pada kenyataannya, pengerjaan sesungguhnya tak selalu sesuai dengan gambar kerja.

Perubahan tersebut berujung pada rincian harga yang telah disepakati di awal.

Jika sebelumnya telah disepakati agar pemilik rumah membayar secara lump sum, semua biaya yang ditimbulkan oleh perubahan tersebut tak lagi ditanggung pemilik rumah.

Meski begitu, kadang kontraktor atau tukang enggan menanggung kelebihan biaya yang terlalu banyak.

Oleh karena itu, sebaiknya pastikan ada pilihan untuk bermusyawarah dalam sebuah kontrak agar proses renovasi tak terbengkalai

#BerbagiIDEA #Berbagicerita #BisadariRumah #GridNetwork

(*)

Editor : Maulina Kadiranti

Baca Lainnya