Cermat Memilih Material untuk Rumah Urban, Mana Iya dan Mana Tidak?  

Selasa, 16 Februari 2021 | 19:00
Dok. Atelier Cosmas Gozali

Ilustrasi rumah urban meresponslingkungan dan tetangga dengan konsep terbuka.

IDEAOnline-Untuk mengatasi persoalan urban di kota-kota besar, jalan keluarnya adalah melalui arsitektur yang baik.

Arsitektur yang baik harus memilki nilai-nilai tertentu seperti:

Merespons Hijau

Merespon isu-isu penyelamatan lingkungan, bahya global warming, serta hilangnya tanaman hijau di perkotaan.

Merespons Kenyamanan

Penghuni rumah membutuhkan kenyaman yang sesuai agar betah di rumah, dan tidak lagi terganggu dengan stress karena rutinitas.

Merespons Tetangga

Lingkungan sosial merupakan faktor yang harus dipertimbangkan oleh arsitek ketika akan merancang sebuah bangunan.

Misalnya saat akan memabngun rumah tinggal maka tetangga seharusnya mendapatkan porsi untuk saling silaturahmi agar tercipta komunikasi yang baik.

4. Merespons Ketergantungan

Di tengah naiknya bahan bangunan, pembangunan yang baik adalah bangunan yang hemat dan proposional agar pemilik bangunan tidak dipusingkan oleh harga dan sesuai dengan anggaran yang dimiliki.

Nilai-nilai ini yang bisa membuat kehidupan urban menjadi lebih baik.

Baca Juga: Seni Membangun Rumah Urban, Siasati Lahan Terbatas Taati KDB, KLB, GSB

kompas.com
dezeen.com

Ilustrasi penggunaan batu bata kaca di sebuah ruko di Ho Chi Minh, Vietnam.

Mengoptimalkan fungsi adalah pripsip berpikir masyarakat urban.

Dengan mempertimbangkan Reduse, reuse, recycle, hal ini dapat diwujudkan sebagai berikut.

1. Mengurangi pembelian atau penggunaan barang yang akhirnya nanti hanya akan berakhir sebagai sampah (reduce).

2. Memperpanjang masa pakai barang dengan memakai kembali barang lama/bekas.

Tak segan memakai barang lama yang masih berfungsi (reuse).

3. Mendaur ulang barang lama agar bisa digunakan kembali dalam bentuk lain (recycle).

Panduan praktis untuk mewujudkan lngkah ini adalah sebagai berikut.

  • Memilih baja dan bukan beton untuk pembuatan kolom/ struktur utama bangunan, karena pada saat renovasi, beton akan menjadi sampah belaka.
  • Memilih kayu untuk furnitur atau kegunaan lain karena kayu dapat didaur ulang menjadi material lain yang memiliki kegunaan tertentu.
Baca Juga: Rumah Urban Tampil Minimal Fungsi Maksimal, Less is More Jadi Panutan

Arsitek Andy Rachman

Ilustrasi rumah Urban, bentuk praktis mengutamakan fungsi.

  • Memilih menggunakan material fabrikasi untuk membentuk dinding luar dari pada menggunakan material handmade (manual), karena material fabrikasi akan mempercepat proses pengerjaan bangunan.
  • Memilih material fabrikasi karena dalam pembangunan tidak banyak material yang terbuang dibandingkan jika menggunakan material semen, batu bata, dan pasir sebagai pembentuk dinding.
  • Memilih menggunakan glassblock berongga sebagai pembentuk dinding karena selain memiliki bentuk unik, glassblock menawarkan sirkulasi udara yang optimal.-Penggunaan glassblock berongga sebagai pembentuk dinding, yang umumnya material ini digunakan sebagai material perkerasan di area luar. Selain memilki bentuk yang unik, glass block menawarkan sirkulasi udara yang optimal bila digunakan sebagai material dinding.
  • Memilih menggunakan komposit aluminium untuk atap karena material ini memberi perlindungan yang cukup dan mampu menahan panas.
Baca Juga: Yuk Peduli dan Cintai Bumi dengan Melakukan 5R, Apa Sajakah Itu?

#BerbagiiDEA

Editor : Maulina Kadiranti

Baca Lainnya