Find Us On Social Media :

Jangan Anggap Sepele, Siapa Sangka Covid-19 Juga Dapat Menjadi Penyebab Rontoknya Rambut, Ini Faktanya

ilustrasi keramas

Namun, ternyata banyak juga pasien yang sebenarnya tidak terinfeksi tetapi stres akibat pandemi.

"Meskipun infeksi virus corona adalah penyebab umum telogen effluvium, rambut rontok yang semakin banyak dapat terjadi akibat stres berat seperti kehilangan pekerjaan, kematian orang yang dicintai, atau perubahan besar dalam gaya hidup, seperti diet ketat atau olahraga ekstrem," kata Shaver.

Baca Juga: Emak-emak Wajib Coba, Ada Cara Mudah Ajarkan Anak Merapikan Barang di Kamarnya Sendiri, Bisa Tertata dalam Sekejap!

Baca Juga: Bikin Lalat Kabur Selamanya, Ternyata Modal Siapkan Lavender dan Cengkeh Mujarab Usir Hama Satu Ini!

Walau begitu, semua sumber stres itu terkait dengan pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum bisa ditangani.

Mengapa stres atau penyakit membuat rambut rontok?

Ketika tubuh mengalami hal-hal lain untuk difokuskan, seperti mengatasi stres ekstrem atau melawan penyakit, sebagian rambut IDEA lovers   

memasuki fase istirahat agar tubuh dapat fokus pada tugas yang lebih penting.

Kemudian, di saat tubuh kita siap memulai kembali pertumbuhan rambut, pertumbuhan rambut baru tersebut dapat mendorong rambut lama.

Seringkali, rambut akan rontok tiga hingga enam bulan setelah memasuki fase istirahat.