3 Kunci Menyimpan Makanan Sisa, Tak Perlu Lagi Buang-buang Makanan!

Kamis, 16 September 2021 | 07:00
pixabay

3 kunci utama Menyimpan Makanan sisa, Tak Bikin Basi dan Hilang Gizi

IDEAonline -Salah satu hal yang paling sering dilakukan manusia adalah membuang bahan makanan.

Penyebabnya sangat beragam, mulai dari sudah tidak segar, lewat batas tanggal kedaluwarsa, hingga lupa menyimpan makanan tersebut di dalam lemari es hingga akhirnya malah basi.

Ingin mengubah kebiasaan negatif ini?

Melansir Kompas.com, Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi dari RS Pondok Indah - Puri Indah, dr Ida Gunawan, MS, SpGK (K) memberikan semumlah tips menyimpan masakan yang tepat agar makanan kita tak mudah rusak.

1. Tutup rapat

Baca Juga: Nyesel Baru Tahu, Ternyata Ada Interior Rumah yang Cocok Untuk Pecinta Hujan, Seperti Apa?

Baca Juga: Awali Karir Jadi Penyiar Radio Hingga Bisa Miliki Rumah Berlapis Emas, Begini Kabar Terakhir Dari Pendakwah Kondang yang Sudah Jarang Terlihat di TV

Sedap saji

Ilustrasi wadah makanan.

Ketika makanan sudah selesai dimasak dan akan disimpan di kulkas, pastikan menyimpannya di tempat yang tepat dan dalam kondisi yang tertutup rapat.

2. Simpan di tempat yang tepat

Pahami betul tempat penyimpanan yang tepat untuk setiap jenis makanan.

Daging-dagingan, misalnya, sebaiknya disimpan di freezer.

Sementara sayur dan buah pada umumnya memiliki ruang khusus sendiri di kulkas.

"Jangan tercampur-campur dan harus tahu tempat penyimpanannya, apakah di freezer atau kulkas biasa," ujarnya.

3. Memanaskan dengan benar

Baca Juga: Ternyata Mudah Menggabungkan Gaya Skandinavia, Etnik dan Vintage Sekaligus, Tinggal Siapkan Hal Ini!

Baca Juga: Sempat Dicekal Karena Goyangannya, Penyanyi Kondang Ungkap Berkat Kebaikan Gubernur Ini Ia Bisa Bayar Cicilan Rumah Rp 280 Juta, ‘Terima Kasih Banyak Pak’

Điện máy XANH

3. Memanaskan dengan benar

Ketika hendak menyajikan makanan, pastikan mengambil dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.

Jika mengambil porsi yang terlalu banyak, makanan kemungkinan akan bersisa dan dimasukkan kembali ke kulkas lalu dikeluarkan kembali saat akan dikonsumsi di waktu berikutnya.

"Itu akan mengurangi nilai gizi karena proses pemanasan berulang," kata Ida.

Selain nilai gizi yang berkurang, proses pemanasan berulang juga dapat menambah kandungan lemak trans pada makanan yang tidak baik bagi kesehatan.

Konsumsi makanan tinggi lemak trans dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah dan meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan stroke.

"Jadi dipanaskan sesuai kebutuhan, secukupnya. Baru ditambah lagi jika jumlahnya tidak mencukupi," ucap Ida.

#Rumahminimalis #Berbagiidea #Berbagicerita #Bisadarirumah #Gridnetwork #Rumahtropis

(*)

Editor : Maulina Kadiranti

Sumber : kompas

Baca Lainnya