IDEAonline - Pertanyaan yang paling sering terlontarketika hendak melakukan remodelling di dapur, apakah bahan terbaik untuk meja dapur atau kitchen island?
Selama bertahun-tahun, granit menguasai industri, dengan banyak orang yang profesional memberi tahu bahwa mengganti meja tua dengan bahan granit adalah perbaikan rumah yang harus dilakukan jika ingin menaikkan harga jual rumah.
Namun, itu mungkin sudah tidak valid akhir-akhir ini, dengan kuarsa dan bahan lainnya mengalami peningkatan popularitas yang besar.
Dilansir dari decoist.com, berikut adalah pro dan kontra masing-msaing bahan ini, yang mungkin dapat menjadi bahan pertimbangan.
Baca Juga: Jangan Sampai Sakit karena Kalap Menyantap Menu Bersantan Khas Lebaran, Ini Saran Ahli!

:quality(100)/photo/2022/04/19/featured_5gorgeousgranitecoun-20220419060827.jpeg)
Ilustrasi meja dapur berbahan granit
Granit adalah material yang 100 persen alami. Lembaran granit, yang dapat ditemukan dalam berbagai warna dan pola, adalah bahan hasil tambang.
Warna unik setiap lempengan disebabkan oleh proses pendinginan dan pemadatan karena terbentuk dari bahan cair. Sebab itu, tidak akan pernah ada dua potong granit yang persis sama.
Setelah lempengan granit dipotong sesuai ukuran yang diinginkan, mereka kemudian dipoles hingga mencapai kehalusan yang diinginkan.
Sebab meja batu itu alami, bagaimanapun, bahan ini rentan terhadap pewarnaan.
Ini bisa menjadi masalah besar di tempat-tempat seperti dapur, di mana minyak dan asam dalam makanan atau minuman tertentu dapat menyebabkan perubahan warna yang tidak enak dipandang.
Para ahli merekomendasikan untuk membersihkan meja granit setiap hari dengan campuran sabun dan air khusus.
Baca Juga: Tips Pasang Teralis agar Rumah Aman dari Pencuri dan Kondisi Darurat
Baca Juga: Inilah Tren Interior 2022 Menurut Desainer Interior Arrofi Ramadhan
Kuarsa, di sisi lain, tidak 100 persen alami.
Ini diproduksi menggunakan 90-95 persen kuarsa alami dan sisanya resin polimer.
Meskipun terlihat seperti batu alam, ia memiliki tampilan yang jauh lebih seragam, dengan sedikit variasi warna di setiap lempengan.
Tidak seperti granit, kuarsa menawarkan permukaan yang jauh lebih tahan noda.
Kita memang masih perlu membersihkannya secara rutin atau saat terjadi tumpahan, tetapi permukaannya tidak perlu disegel kembali setiap tahun seperti yang dilakukan beberapa orang dengan granit.
Kuarsa juga lebih tahan panas daripada granit, sehingga lebih aman jika panci panas diletakkan langsung di atasnya.
Kuarsa umumnya lebih murah daripada granit kecuali jika kita berbicara tentang granit yang berkualitas sangat rendah.
Namun, baik granit dan kuarsa perlu dipasang secara profesional untuk hasil terbaik, yang tentunya akan menambah biaya.
Intinya ketika memutuskan apakah kuarsa atau granit yang tepat untuk kita, kita harus memilih material meja yang sesuai dengan gaya, anggaran, dan kebutuhan perawatan kita.
Untuk tampilan yang lebih alami, hangat, dan bersahaja, kita dapat memilih granit sementara gaya yang lebih sederhana atau lebih modern mungkin paling cocok untuk kuarsa.
Orang yang mencari permukaan dengan perawatan rendah akan lebih baik memilih kuarsa, sementara mereka yang tidak keberatan merawat meja mereka sesekali dapat memilih countertop granit.
Untuk anggaran, ada baiknya untuk mendapatkan penawaran dari beberapa ahli yang berbeda sebelum membuat keputusan akhir dan melanjutkan proyek.
Cek berita seputar hunian dan inspirasi terkini di website www.ideaonline.co.id, Facebook IDEA Online, TikTok IDEAonline, Instagram @ideaonline, Instagram @tabloidrumah, dan Youtube IDEA RUMAH.
#Rumahminimalis #Berbagiidea #Berbagicerita #Bisadarirumah #Gridnetwork #Rumahtropis #ConsciousLivingIDEA #ConsciousLiving
(*)