Cara Antisipasi Angin Kencang yang Berpotensi Merusak Rumah dan Isinya

Rabu, 11 Mei 2022 | 09:30
Kompas.com

Ilustrasi- Tornado menembus wilayah Soso, Mississippi (Luci Beveridge/Hattiesburg American)

IDEAOnline- Terpaan angin kencang seperti juga hujan lebat dan panas tinggi, adalah pengaruh cuaca yang dialami oleh hunian di negara tropis seperti Indonesia.

Angin jadi berkah ketika besarannya cukup (tak terlalu kuat).

Angin dengan besaran yang cukup dapat dioptimalkan untuk pengudaraan yang nyaman di dalam rumah melalui ventilasi.

Namun, di masa pancaroba, tiupan angin yang terlalu kencang acap datang tak diduga-duga.

Akibatnya pun tak main-main, angin kencang bisa merusakkan bangunan dan isi rumah.

Angin kencang ini sering datang menyertai hujan dan bisa menimbulkan kerusakan rumah dari kerusakan kecil hingga parah.

Angin puting beliung adalah salah satunya yang bisa membuat kerusakan parah.

Rumah bisa saja tertimpa barang-barang dan komponen bangunan yang diterbangkan angin.

Atau penutup atap terangkat dan terbang yang mengakibatkan hujan di dalam rumah dan merusak semua isinya.

Baca Juga: Tertarik Menerapkan Konsep Rumah Tumbuh untuk Membangun Rumah? Ini Caranya!

Untuk mengamankan rumah dari bahaya angin kecang ini, perlu IDEA Lovers mengenali bagian rumah apa saja yang berpotensi terdampak angin kencang dan segera mengamankannya dengan antisipasi yang tepat.

Berikut ini 4 bagian rumah yang harus segera diperiksa kondisinya dan beberapa langkah pengamanannya dari tiupan angin kencang.

Ini perlu dilakukan untuk mencegah biaya perbaikan yang lebih mahal.

Tabloid RUMAH

Ilustrasi pemasangan underlay mengamankan rumah dari angin kencang.

Atap

Perilaku anginyang dinamis menghasilkan beban dan tekanan yang dapat membahayakan komponen struktur bangunan, khususnya struktur atap.

Lakukan pengecekan sirap atap dan bagian-bagian atap lainnya secara menyeluruh.

Beri perbaikan sementara untuk mencegah bagian yang rusak terlepas dan beterbangan.

Tambahkan atau perkuat penutup atap dengan paku dan klip.

Kedua komponen ini bisa mencegah penutup atap agar tidak mudah terangkat.

Selain itu, pakailah underlay. Ini adalah komponen atap yang diletakkan di bagian bawah genting.

Fungsi underlay ini untuk mengeluarkan uap air dalam bangunan agar kelembapan tetap terjaga.

Hubungannya dengan perilaku angin,underlayatap ini juga berfungsi untuk mencegah keluar masuknya angin dari ruangan plafon sehingga bangunan tidak akan terganggu dengan tekanan angin yang fluktuatif.

Desain atap terbuka—serupa dengan paru-paru manusia— dianggap jadi salah satu solusi atap menghadapi angin kencang.

Selain memungkinkan terjadinya pergantian udara, adanya rongga pada atap juga berfungsi untuk membuat seluruh komponen atap tetap stabil saat terkena gaya tekan positif (angin tiup) dan gaya tekan negatif (angin isap).

Dengan desain atap terbuka, aliran udara dapat dengan leluasa keluar masuk melalui sela-sela penutup atap.

Penghijauan dengan tanaman berdaun lebat dan berakar kuat juga dapat dilakukan untuk mengurangi dampak buruk angin kencang yang menyerang atap rumah.

Baca Juga:Syarat Membuat Pagar agar Fungsional dan Tak Mengganggu Estetika Rumah

Kolom dan struktur

Ancaman angin kencang pada bangunan juga dapat mengakibatkan retaknya kolom rumah.

Keretakan pada kolom ada dua jenis yaitu retak rambut dan retak struktur.

Keduanya tidak boleh disepelekan, mengingat kolom pada sebuah struktur bangunan berfungsi sebagai penyalur beban dari dinding agar tertopang oleh fondasi.

Tekanan angin merupakan gaya dari luar bangunan yang dapat menyebabkan retak rambut pada kolom.

Meskipun tidak terlalu berpengaruh pada kekuatan kolom, namun retak rambut berpotensi menyebabkan korosi jika dibiarkan hingga sampai pada tulangan baja.

Adapun retak struktur (retak lebih dari 2 milimeter) dapat terjadi jika kolom tidak mampu menahan beban yang berasal dari luar, salah satunya angin kencang.

Tulangan baja yang mulai rusak karena korosi itulah yang akan berpengaruh pada kekuatan struktur lainnya di rumah.

Jika, kamu menemukan tanda kerusakan ini pada kolom rumah, segera atasi.

Untuk menghindari kerusakan lebih parah, berikan injeksi epoxy (material pelapis beton) pada bagian retakan kolom.

Untuk retak struktur, lakukan pengecekan dengan bantuan arsitek.

Jika kondisinya belum terbilang buruk, kamu juga dapat mengisi retak struktur dengan cairan epoxy.

Jika kolom tak mampu lagi menahan beban, kamu perlu memperbesar dimensi kolom sehingga mampu menahan beban.

Baca Juga: 10 Cara Menciptakan Kamar Tidur Zen yang Sempurna untuk Relaksasi

Dok. Idea

Teras di taman atap manfaatkan dak rumah.

Barang dan Furnitur

Bila melihat kondisi cuaca sudah mulai berangin, mulailah mengamankan barang-barang yang biasanya diletakkan di luar ruangan.

Mulai dari furnitur di teras rumah, alat pemanggang daging, tempat sampah dan peralatan olahraga dapat menjadi barang berbahaya bila dihempaskan oleh angin kencang.

Mereka bisa diterbangkan oleh angin dan menimpa bangunan atau bahkan penghuni rumahmu.

Jangan lupa memarkir mobil jauh dari pohon, lampu jalan, dan kabel listrik.

Jika memungkinkan, letakanlah di dalam area garasi.

Jika memiliki pohon di sekitar rumah, pastikan mereka berada dalam kondisi baik.

Tebang pohon dan ranting-ranting yang sudah mati sebelum akhirnya patah dan menimpa orang atau hunian.

Baca Juga: Penyebab Bocor pada Dak yang Digunakan untuk Taman Atap, Cegah dengan Cara Ini!

Taman Atap

Masalah angin kencang kerap terjadi bila taman berada di bangunan tinggi, khususnya bagi bangunan yang berada dalam koridor kota kosong atau ruang-ruang, seperti lorong angin di antara tower-tower gedung.

Semakin tinggi posisi taman, semakin kencang potensi angin berhembus.

Bagaimana pun, hembusan angin turut membantu proses penguapan pada tanaman.

Kecepatan angin besar yang kurang nyaman pada bangunan tinggi dapat dikendalikan dengan menggunakanshelter belts.

Modifikasi angin dapat juga menggunakanwindbreaks(penahan angin), yang prinsip kerjanya tak jauh berbeda denganshelter belts.

Penahan angin bisa berupa dinding atau penutup buatan dengan porositas tertentu.

Porositas penahan angin paling baik sekitar 50%, sehingga tak menciptakan turbulensi di sekitar penahan tersebut.

Cek berita seputar hunian dan inspirasi terkini di websitewww.ideaonline.co.id,Facebook IDEA Online,TikTok IDEAonline,Instagram @ideaonline,Instagram @tabloidrumah, danYoutube IDEA RUMAH.

#Rumahminimalis #Berbagiidea #Berbagicerita #Bisadarirumah #Gridnetwork #Rumahtropis #ConsciousLivingIDEA #ConsciousLiving

(*)

Editor : Johanna Erly Widyartanti

Baca Lainnya