Menteri Susi Pudjiastuti Ternyata Punya Rumah Antik. Yuk, Kita Intip Kecantikannya.

Kamis, 22 Februari 2018 | 11:30
idea

Menteri Susi Pudjiastuti memiliki Gedong Uyeng yang bersejerah di Pangandaran.

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, kerap membuat berita. Sosok perempuan gigih ini seperti tak pernah lepas sorotan dari warganet dan media. Itu sebabnya, ia kerap disebut sebagai salah satu tokoh kesayangan media.

Keteguhan Susi membela nelayan dengan aksi penenggelaman kapal asing yang mengambil ikan tanpa izin di perairan kita mendapat acungan jempol.

Kiprah Susi yang membuat banyak kalangan terkejut itu sebetulnya bukan cerita baru. Di kampung halamannya, Susi dikenal sebagai sosok tangguh yang berhasil membangun bisnis dari tangan hampa. Sudah begitu, ia bukanlah sosok kacang lupa kulit. Menteri yang gemar menyeruput kopi ini turut mendorong kemajuan nelayan di wilayah Pangandaran, Jawa Barat.

Bisnis yang maju membuat Susi bisa melakukan hal-hal yang tak terduga. Tentunya, tindakan yang positif bagi Tanah Air.

Salah satunya, Susi melakukan konservasi rumah bersejarah di Pangandaran. Nama bangunan itu, Gedong Uyeng yang memiliki arsitektur masa kolonial Belanda. Susi tak ingin rumah sarat kisah masa lampau itu berpindah tangan ke pemilik yang tak punya perhatian atau mungkin pemilik modal asing.

Pada masa silam, Gedong Uyeng menjadi hunian keluarga Pak Uyeng, yang punya profesi sebagai guru. Tapi sejak Pak Uyeng tiada, rumah kuno itu tak terawat. Keturunan Pak Uyeng tampaknya tak punya sumber daya merawat rumah tadi.

Gedong Uyeng terletak di Jalan Raya Babakan Nomor 156, Dusun Bojongsari, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran. Bangunan ini berada pada ketinggian 17 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meskipun dalam kondisi kosong tidak ditempati, namun bangunan ini selalu dibersihkan dan ada petugas yang membersihkan dan menunggu bangunan ini dari pagi hingga sore hari. Bangunan dengan halaman yang luas serta dikelilingi pagar ini menghadap ke arah selatan.

Berdasarkan info yang dihimpun dari BPCP Banten, Gedong Uyeng berdenah segi empat, berukuran 12,85 meter (m) x 9 m, didirikan di atas batu. Atap bangunan berbentuk pelana (limasan), dengan penutup atap berupa genteng tanah liat yang merupakan genteng baru. Gedong Uyeng dilengkapi dengan teras di bagian depan.

Pada teras sisi barat dan selatan terdapat pagar langkan. Atap teras ditopang beberapa pilaster yang saling terhubung, berbentuk persegi yang ujungnya berbentuk lengkung. Langit-langit ditutup dengan gypsum berwarna putih yang merupakan tambahan baru. Lantai teras dan bagian dalam berupa ubin berwarna abu-abu berukuran 20 centimeter (cm) x 20 cm.

Tampak utara bangunan terdapat satu pintu dengan dua daun pintu, yang simetris dengan pintu depan, membentuk satu garis lurus. Pada dinding atas terdapat profil dinding berbentuk pita. Di belakang bangunan utama terdapat pondasi yang kemungkinan dahulu merupakan bangunan penunjang yang berfungsi untuk dapur dan ruang pembantu. Di halaman belakang juga terdapat sumur dan kamar mandi, terpisah dengan bangunan utama.

Sedangkan, bangunan sisi selatan bagian barat menjorok ke depan sehingga membentuk satu ruangan, meskipun sejajar dengan teras depan. Pada dinding selatan ruangan yang menjorok ke depan terdapat satu jendela rangkap model krepyak.

Pada dinding barat terdapat pintu kayu penuh ukiran dengan dua daun pintu yang merupakan pintu baru. Pintu masuk utama terdapat di sisi selatan, setelah melewati teras yang merupakan peralihan antara lingkungan luar dengan bagian dalam bangunan.

Pada sisi barat bangunan, terdapat dua jendela rangkap model krepyak dan panil kaca, yang masing-masing mempunyai dua daun jendela. Pada dinding bagian atas terdapat profil dinding berbentuk lengkung pita. Tampak timur serupa dengan tampak barat, terdapat dua jendela rangkap model krepyak dan panil kaca, yang masing-masing mempunyai dua daun jendela. Pada dinding bagian atas terdapat profil dinding berbentuk lengkung pita.

Rumah antik ini memiliki luas sekitar 115 meter persegi dan dibangun di atas lahan dengan ketinggian sekitar 19 meter di atas permukaan laut (mdpl). Rumah Susi Pudjiastuti di Pangandaran yang satu ini memang tidak ditempati, meski begitu rupanya terdapat pekerja yang membersihkan dan mengurus setiap hari.

Editor : iDEA

Baca Lainnya