Yuk Mengenal Arsitektur Vernakuler Rumah Adat Sasak di Sade Lombok!

Minggu, 29 Juli 2018 | 08:30
wisatalombokyes

sade

iDEAonline - Seiring dengan perkembangan zaman, arsitektur vernakular di Indonesia semakin jarang. Arsitektur vernakular adalah gayaarsitekturyang dirancang berdasarkan kebutuhan lokal serta mencerminkan tradisi lokal.

dilombok.com

sade

Kini arsitektur vernakular hanya dapat ditemukan di daerah tertentu di Indonesia yang masih memegang tradisi daerahnya. Salah satu contohnya adalah Desa Sade Lombok.

lookathereid.blogspot.com

sade

Desa Sade merupakan salah satu desa adat suku Sasak yang masih mempertahankan keaslian tradisi, salah satunya adalah rumah adat.

BACA JUGA:Yuk Kita Intip Keunikan Izba, Rumah Tradisional yang Ada di Rusia

Rumah adat suku Sasak di dusun Sade terdiri dari berbagai macam Bale, di antaranya ialahBale Tani atau Bale Gunung Rata.

Rohmi Wir’aeni

bale tani tampak depan

Bale Tani merupakan rumah tinggal masyarakat yang berprofesi sebagai petani. I Gusti Ayu Vadya Lukita S mengatakan bahwa bentuk arsitektur Bale Tani memiliki makna yang dalam.

Rohmi Wir’aeni

bale tani tampak samping

Bentuk Bale Tani yang meninggi di bagian belakang melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan. Sosoran atap di bagian depan melambangkan hubungan manusia dengan sesama.

Rohmi Wir’aeni

bale tani bagian samping

Bentuk arsitektur Bale Tani menggambarkan hubungan antar sesama manusia, nenek moyang dan Tuhan Yang Maha Esa harus seimbang.

BACA JUGA:Mengenal Hubungan Manusia dan Alam Melalui Arsitektur Tradisional Bali

Interior Bale Tani dibagi menjadi dua bagian, yaitu Bale Luar dan Bale Dalam. Bale Luar menggambarkan hubungan antar manusia yang harus saling menghormati dan mempertahankan sikap kekeluargaan.

Annisaa Kurnia Widianti

Bale luar

Bale Dalem menggambarkan peran wanita yang sangat penting dalam sebuah keluarga, karena di dalamnya terdapat dapur dan tempat tidur untuk anak perempuan yang masih perawan.

Rohmi Wir’aeni

bale dalam

Bentuk pada Bale Tani atau Bale Gunung Rata juga menggambarkan kesamarataan derajat semua manusia di hadapan Tuhan juga ajaran untuk saling menghargai sesama manusia.

Editor : Bayu Dwi Mardana Kusuma

Baca Lainnya