Harga Tanah Tokyo Melonjak! Pasangan Ini Buat Rumah Hanya Seluas 29 M

Selasa, 21 Agustus 2018 | 11:30
Wall Street Journals

Tiny House Tokyo

IDEAonline -Tokyo memang terkenal dengan kota dengan biaya hidup tertinggi di dunia.

Termasuk dengan harga tanah dan biaya sewa apartemen yang memiliki biaya sangat mahal.

Bahkan jika kamu tidak memiliki banyak uang, jangan harap bisa membeli sebidang tanah di kota ini.

Namun berbeda bagi pasangan Tomoya dan Naomi Sato, mereka akhirnya membeli sebidang kecil tanah yang berada di lingkungan padat perumahan di pusat kota Tokyo.

Baca juga:Tidak Tinggal di Wisma Atlet Kemayoran, Kontingen Jepang Mengaku Betah Tinggal di Tempat Ini

Tanah itu letaknya hanya beberapa langkah dari jalan yang dipenuhi toko-toko dan sekolah dasar.

Pasangan ini memilikilahan seluas 3,6 meter x 8,2 meter atau sekitar 29,5 meter persegi. Merupakan tanah yang sangat kecil.

Mereka akhirnya meminta bantuan arsitek terkenal, Osamu Nishida, dari ON Design Partners untuk membangun rumah di lahan terbatas ini.

Wall Street Journals

Tiny House Tokyo

Baca juga:Khawatir Dapur Bau Daging Kambing Saat Idul Adha? Lakukan 4 Tips Ini!

Wall Street Journals

Tiny House Tokyo

Nishida sebagai arsitek mengusulkan untuk membangun dua struktur sempit dengan celah di antara keduanya.

Celah itu ada digunakan untuk cahaya dan sirkulasi udara dalam rumah.

Rumah ini sendiri terdiri dari 3 lantaidan pada bagian kedua adalah tempat tangga berada.

Untuk berpindah dari satu lantai ke lantai lainnya, penghuni rumah ini harus keluar rumah lalu masuk ke ruang tangga, kemudian keluar dari ruang tangga itu lagi dan masuk ruangan yang dituju.

Baca juga:Inilah Rumah Andritany Ardhiyasa, Kiper Timnas U23 yang Tampil Gemilang

Wall Street Journals

Tiny House Tokyo

Celah atau ruang kosong ini tidak diberikan atap karena peraturan bangunan setempat mensyaratkan bahwa 40% bangunan harus terdapat ruang terbuka.

Selain digunakan untuk aliran cahaya dan udara, ruang kosong ini juga bisa sebagai tempat jemuran dan tempat duduk penghuninya untuk memperoleh udara segar..

Dilansir dari Wall Street Journal, Nishida mengatakan, “Tinggal di rumah kecil, Anda harus merelakan banyak hal tak ada karena Anda tak bisa menaruh banyak hal. Tapi hal ini membuat Anda sadar dengan apa yang benar-benar penting untuk hidup Anda”

Baca juga:Desain Kamar Remaja Terbagi Jadi 3 Area, Apa Saja Itu?

Wall Street Journals

Tiny House Tokyo

Senada dengan yang dikatakan Nishida, dalam rumah ini memang tidak bisa bebas meletakkan berbagai macam furniture yang diinginkan. Tetapi harus dipikirkan betul-betul furniture yang fungsional.

Baca juga:Atlet Indonesia Harus 'Terusir', Ini 4 Fakta Wisma Atlet Jakabaring

Wall Street Journals

Tiny House Tokyo

Walaupun sempit, namun ruangan dalam rumah ini terasa sangat nyaman dengan pencahayaan alami. Pada bagian lantai menggunakan ubin keramik dengan motif guratan kayu, mengimbangi dinginnya ruangan yang berdominasi putih. *

Tag :

Editor : Maulina Kadiranti

Baca Lainnya