4 Cara Menata Dapur Ergonomis, Masak Jadi Mudah dan Nyaman

Minggu, 30 September 2018 | 21:15
www.home-designing.com

Dengan desain dapur yang ergonomis, memasak jadi dinamis.

IDEAonline - Cara menata dapur harus dirancang dilakukan agar ergonomis.

Cara menata dapur seperti ini supaya aktivitas di dapur menjadi nyaman.

Lantas, bagaimana cara menata dapur yang ergonomis?

Menurut Enira Arvanda, dosen Arsitektur Interior Universitas Indonesia, dalam merancang dapur ergonomis, yang harus dipertimbangkan ialah gerakan tubuh yang lazim saat bekerja di dapur.

Gerakan-gerakan tersebut akan menentukan layout, ukuran atau dimensi working surface, serta detail lainnya.

Enira, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa prinsip dapur ergonomis ialah yang memungkinkan tubuh bergerak dengan efisien dan nyaman, proses kerja dapat berlangsung dengan baik, peralatan kerja dapat mendukung proses kerja, serta memperhatikan faktor keamanan.

Baca Juga : 5 Cara Menata Interior Foyer Rumah, Tamu Semakin Nyaman dan Betah

Simak info berikut ini agar dapur di rumah ideal.

1. Ukuran ideal

Ukuran yangsembarangan dapat membuat kerja di dapur jadi tidak nyaman.

Untuk kondisi yanglebih nyaman, ukuran lemari, working table, dankitchen set harus disesuaikan dengan ukuran tinggi badan, bahkanukuran siku, dari orang yang sering beraktivitas di dapur tersebut.

Ketinggian unit dapur biasanya 85 cm agar bisa pas dengan postur tubuh manusia saat bekerja sambil berdiri.

Baca Juga : Mudah, 6 Cara Menata Kamar Tidur Sempit, Agar Tetap Nyaman Berbaring

2. Ketinggian meja

Ketinggian meja racik harus sama dengan tinggi pinggul, agar lengan tetap santai ketika sedang bekerja.

Namun untuk pekerjaan yang lebih berat, sebaiknya menggunakan ketingian yang sedikit lebih rendah.

Kompor dua tungku yang diletakkan begitu saja di atas meja menyebabkan tinggi penggorengan bertambah 20 cm, yang menyebabkan proses menggoreng tidak terjadi dalam postur tubuh ideal.

Baca Juga : 7 Cara Menata Ruangan Sempit Tampak Lega, Minim Punya Uang Rp 200 Ribuan

3. Jarak sirkulasi

Jarak sirkulasi koridor antara area kerja satu dan yang lain,juga perlu diperhatikan.

Bila terlalu kecil akan membuat dapurterasa sempit dan tidak nyaman.

Jarak optimal jalur sirkulasi yang sebaiknya diaplikasikanadalah 94 cm.

4. Jarak bebas

Area kerja, yaitu adanya ruang bebas antara meja dapuryang letaknya berhadapan, setidaknya harus berjarak 90 cm.

Jarak ini berguna untuk memberi keleluasaan orang berdiri danbekerja di dapur, juga saat membungkuk dan berjongkok ketikamengambil barang dari kabinet bawah.

Jika merangkap jalursirkulasi kegiatan di dapur, jarak tersebut minimum 150 cm. (*)

Baca Juga : Pastikan Aktivitas, Kitchen Set pun Ergonomis

Editor : Alfa