Sambut Hari Batik Nasional, Datangi 4 Museum Batik yang Ada di Indonesia

Selasa, 02 Oktober 2018 | 14:45
kompas.com

Hari Batik Nasional

IDEAonline- Setiap tahunnya, tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Penetapan Hari Batik Nasional ini sesuai dengan keputusan UNESCO yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia.

Tepatnya UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi.

Jauh sebelum ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO, batik sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia.

Baca Juga : Rumah Batik Kidang Mas di Lasem, Perpaduan Arsitektur Tionghoa dan Jawa

Bahkan di Indonesia memiliki banyak motif batik yang berbeda dari kota berbeda di Indonesia.

Tidak hanya banyak motif, di Indonesia ternyata memiliki museum batik yang tersebar di beberapa kota di Pulau Jawa.

Yuk kita lihat bagaimana sih tampilan museum batik yang ada di Indonesia.

Baca Juga : Inspirasi Desain Rumah di Lahan 90 m2, Lokasinya di Pusat Kota Jakarta

1. Museum Batik Yogyakarta

bonvoyagejogja

Hari Batik Nasional

Museum Batik Yogyakarta merupakan museum non pemerintah yang sudah berdiri sejak 12 Mei 1977 atas prakarsa Hadi Nugroho dan istrinya, Dewi Sukaningsih.

Museum ini terletak di Jalan Dr. Sutomo dan menyimpan lebih dari 1.200 koleksi perbatikan.

Baca Juga : Jadi Santapan Gempa, Begini Alasan Jenis Bangunan Baru di Palu Ini Mudah Roboh!

Lebih lengkapnya terdiri dari 500 lembar kain batik tulis, 560 batik cap, 124 canting dan 35 wajan serta alat pewarna.

Salah satu koleksi berharga bagi museum ini adalah batik yang berasal dari tahun 1700-an.

Baca Juga : Cocok Rumah Minimalis, Contek Desain Tirai Paling Ekonomis Ini

Pesona Wisata

Hari Batik Nasional

Fasilitas yang bisa didapatkan oleh pengunjung adalah pendamping yang akan menemani selama berkeliling.

Di museum batik Yogyakarta juga terdapat ruangan yang menampilkan berbagai macam motif batik dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Koleksi museum ini terdiri berbagai batik gaya Yogyakarta, Solo, Pekalongan, dan gaya tradisional lainnya dalam bentuk kain panjang, dan sarung.

Motifnya kebanyakan berupa motif pesisiran, pinggiran, terang bulan, dan motif esuk-sore.

Museum ini buka dari hari Senin hingga Sabtu dan harga tiket masuknya sebesar Rp 20.000.

Baca Juga : Waspada Pencuri Mengintai, Begini 9 Cara Mencegahnya Masuk Rumah

2. Museum Batik Pekalongan

wiranurmansyah

Hari Batik Nasional

Museum Batik Pekalongan terletak di Jalan Jetayu No. 1, Pekalongan, Jawa Tengah.

Dengan luas sekitar 40 meter persegi, museum ini dilengkapi dengan 1149 koleksi batik dan juga alat tenun tradisional.

Gedung museum ini merupakan gedung yang pernah menjadi kantor keuangan yang membawahi tujuh pabrik gula di Karesidenan Pekalongan pada zaman kolonial.

Sebelum menjadi museum, gedung ini juga pernah menjadi kantor balai kota Pekalongan.

Baca Juga : BREAKING NEWS : Gempa 6,3 SR Guncang Sumba Timur, Satu Jembatan Dikabarkan Rusak

wiranurmansyah

Hari Batik Nasional

Berbagai fasilitas yang terdapat di museum ini adalah beragam koleksi batik, ruang perpustakaan, kedai, ruang workshop batik, dan ruangan lainnya.

Terdapat tiga ruang utama yang berada di museum ini.

Ketiga ruangan ini untuk memamerkan batik khas daerah pesisir, yaitu batik pekalongan, batik Cirebon dan lainnya.

Baca Juga : Jangan Gampang Tergiur Harga, Cek 5 Fakta Rumah Dijual Murah

4. Museum Batik Danarhadi

tribunnews

Hari Batik Nasional

Museum Batik Danarhadi terletak di Jalan Brigjen Riyadi nomor 261, Surakarta.

Museum ini didirikan karena kecintaan Santoso Doellah yang merupakan kolektor batik terbanyak di Indonesia, yaitu sebanyak 10 ribu kain.

Nama museum ini sendiri diberi nama sesuai dengan nama istri Santoso Doellah, yaitu Danarsih dan juga ayah mertuanya yaitu Hadi Priyono.

Untuk mengunjungi museum ini, biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp 15 ribu untuk mahasiswa dan Rp 35 ribu untuk umum.

Baca Juga : Potret Kerusakan Kota Palu Setelah Bencana Gempa Bumi dan Tsunami

steemkr

Hari Batik Nasional

Di museum ini juga terdapat pemandu yang bertugas menjelaskan aneka batik yang dipamerkan di museum ini.

Selain batik Yogyakarta dan Solo, museum ini juga memiliki koleksi batik Belanda dan Cina yang dibentangkan tanpa etalase kaca.

Baca Juga : Peringati Hari Batik Nasional, Pakai Furnitur Bermotif Batik Yuk!

5. Museum Tekstil Jakarta

museumsenijakarta

Hari Batik Nasional

Museum Tekstil Jakarta sudah berdiri sejak 28 Juni 1976, diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto.

Terletak di Jalan Aipda KS. Tubun Nomor 2-4, Kecamatan Tanah Abang, Petamburan, Jakarta Pusat.

Museum ini memiliki koleksi 2350 batik dari Sabang hingga Merauke.

Tidak hanya sekedar melihat koleksi batik, namun kamu juga bisa belajar membatik, menenun dan berbagai jenis pelatihan lainnya yang berkaitan dengan tekstil Indonesia.

Baca Juga : Gempa Guncang Sinjai, Blitar Hingga Sumba Timur, Ini Cara Selamatkan Diri dari Gempa Saat di Rumah!

museum tekstil jakarta

Hari Batik Nasional

Di museum ini juga terdapat Ruang Pengenalan Wastra, yang menyediakan koleksi alat tenun dari berbagai daerah dan berbagai inormasi tentang bahan baku serta proses pembuatan kain tradisional Indonesia.

Ruang ini juga memberi kesempatan kepada publik untuk mencoba mengoperasikan alat tenun.

Selain itu juga disediakan toko museum bagi pengunjung yang ingin memperoleh cinderamata berupa kain, busana, asesoris, peralatan batik dan buku-buku tentang wastra.

Perpustakaan pun juga menyediakan berbagai koleksi buku tekstil yang cukup lengkap.(*)

Baca Juga : Adelia Pasha Bersyukur Anaknya Tak Ikut Ke Palu, Begini Tampilan Rumah Kelima Anaknya di Bogor

Editor : Alfa

Baca Lainnya