ukuran diri kita, serta menyatukan hati kita dengan alam.
“Seseorang bisa melepaskan beban hidup yang menghimpit, merefleksikan diri, dan memikirkan masa depan dengan cara berkomunikasi dengan dirinya sendiri dan dengan alam sekitarnya,” tambah Cosmas.
Baca Juga: Dilengkapi dengan Jacuzi Pribadi Bak Hotel Bintang Lima, Begini Isi Rumah Mewah Mantan Ivan Gunawan
Jadi walaupun bukan di area luar, Cosmas menyarankan agar ruang tersebut menyatu atau setidaknya bersentuhan dengan alam.
Ketika kita emosi, tubuh akan mengeluarkan zat asam yang mengganggu kesehatan.
Alangkah bahagianya jika seseorang menemukan tempat ternyamannya yang menjadi sanctuary baginya untuk menetralisasi kekacauan di tubuhnya.
“Comfort zone menjadi tempat menetralisasi hal-hal yang negatif.
Di sini pula tubuh di-charge kembali untuk memulihkan kondisinya,” ucap Cosmas.
Lantas, di mana seharusnya comfort zone harus diletakkan? “Bisa ada di mana saja tergantung di mana seseorang merasa ‘in’ di suatu tempat, termasuk di dalam ruang yang tertutup atau rumah,” ujar Cosmas.