Follow Us

Teras Lebih Segar dengan Kolam Parit. Hemat Lahan!

- Jumat, 14 April 2017 | 13:00
Teras Menyegarkan dengan Kolam Parkit
idea

Teras Menyegarkan dengan Kolam Parkit

iDEAonline - Bagi Anda penyuka suasana pedesaan nan alami, dan ingin menghadirkannya di rumah, tentunya Anda bisa mewujudkannya. Salah satunya, dengan menghadirkan kolam di teras rumah. Selain memberikan kesegeran, kolam pun juga bisa dijadikan aksen keindahan tersindiri bagi rumah Anda.

Sudah banyak contoh desain kolam di teras yang dapat dijadikan contoh. Tapi kini, ada desain unik yang dapat menjadi inspirasi Anda dalam medesain kolam teras Anda. Yaitu dengan menciptakan kolam parit.

Mungkin Anda bertanya-tanya apa itu kolam parit? Kolam parit adalah kolam yang ditempelkan fondasi bangunan, sehingga bentuknya mirip dengan parit.

Kolam ini cocok bagi Anda yang mempunyai taman yang memanjang. Dengan ujung kolamnya dibuat "penuh" dari pagar sampai dinding fasad. Serta, di bagian itu Anda bisa menempatkan kolam utama.

Bentuknya persegi panjang berukuran 1,9 m x 2,6m. Di tengah-tengah kolam Anda bisa meletakkan patung dari batu candi. Sedangkan di pinggir kolam Anda bisa menambahkan patung kura-kura, yang sekaligus pancuran air, agar kolam Anda terasa semakin alami.

Keberadaan kolam utama ini pun bisa dijadikan sekaligus pembatas area taman dengan garasi mobil. Untuk menuju garasi, Anda bisa menempatkan 6 pijakan dari semen, yang dibuat setinggi 90 cm dari dasar kolam. Tak lupa bagian atas pijakannya dilapisi lempengan batu 30 cm x 30 cm.

Untuk menguatkan kesan pedesaan Anda bisa menebarkan batu koral di samping dan sepanjang kolam. Selain itu, area ini bisa dijadikan sarana pijat refleksi. Ketika kita berjalan tanpa alas kak koral-koral ini akan menekan telapak kaki. Serasa dipijat!

Dalam pembuatan kolam parit yang menempel dengan fondasi ini bisa jadi lebih efisien karena satu dindingnya adalah dinding fondasi itu. Saat memasuki halaman pun, Anda disambut enterance yang memiliki pemandangan taman dan kolam parit. Suasananya menyegarkan, bukan?

Editor : Devi F. Yuliwardhani

Latest

Popular

Tag Popular