Ngemper di Tangga Istana Jadi Sorotan Warganet, Ternyata Ini Makna Filosofi yang Ada di Dalamnya 'Jokowi Bukan Boneka'

Sabtu, 26 Oktober 2019 | 11:10
Dok. Kompas TV

Jokowi dan Ma'ruf Amin mengumumkan jajaran menterinya sambil duduk di tangga Istana Merdeka. Kali ini, Jokowi dan Mar'ruf Amin beserta jajaran menteri kompak mengenakan baju batik.

IDEAonline -Banyak momen yang disoroti masyarakat Tanah Air saat momen pengumumanKabinetIndonesiaMaju.

Masyarakat sempat heboh mengenai cara dudukPresidenJoko Widodosaat mengumumkan nama-namamenteri.

Baca Juga: Idealnya Temperatur AC Antara 24 Derajat hingga 36 Derajat, Ini Alasannya!

Saat ituJokowiditemani wakilnyaMa'aruf Amindan paramenteriyang sudah ditunjuk duduk 'ngemper' bersama ditanggaIstana Negara.

Lalu netizen menyoroti gaya duduk Jokowi yang cukup unik.

Kompas.com/Kristianto Purnomo
Kompas.com/Kristianto Purnomo

Presiden Jokowi memperkenalkan para menterinya dengan cara duduk di tangga Istana

Pasalnya saat itu kaki sang presiden seakan menyilang bersila terbalik.

Dikutip Gridhot dari Kompas.com, gaya tersebut merupakan hasil dari kondisi Hyperlaxity.

Hyperlaxity bagaikan bakat alami yang membuat anggota tubuh menjadi lebih lentur bahkan sejak lahir.

Baca Juga: Bekas Pabrik Pesawat, Lihat Uniknya Apartemen Mewah Ini yang Tetap Pertahankan Desain Aslinya

Meski gaya duduk Presiden Jokowi jadi sorotan, peneliti yang satu ini fokus dengan dengan makna filosofis tentang aksi ngemper Jokowi bersama wakil dan para menterinya.

Dikutip Gridhot dari Antara, Andi Zulkarnain yang merupakan peneliti dari sosok Joko Widodo mengatakan ada makna filosofis yang ia tangkap.

Dirinya mengatakan kalau aksi ngemper merupakan bukti dari Jokowi kalau dirinya bukanlah Presiden boneka.

Kompas.com/ Garry Lotulung
Kompas.com/ Garry Lotulung

Presiden Joko Widodo memperkenalkan 12 orang sebagai wakil menteri yang akan membantu kinerja Kabinet Indonesia Maju

"Jokowi ingin memperlihatkan kepada publik bahwa ia adalah The Real President, bukan presiden boneka,

"Jokowi adalah pemimpin negara dalam sistem presidensiil," kata Zulkarnain.

Baca Juga: Dapur Mewah Bergaya Amerika Tersorot, Inul Daratista Ngaku Jiwa Babunya Tak Bisa Hilang Walau Sudah Jadi Juragan Karaoke

Zulkarnain juga menganalisis mengenai perkataan Jokowi mengenai tidak ada visi lain selain visi presiden.

Zulkarnain mengatakan perkataan tersebut menandakan semua menteri terpilih sejatinya hanya membantu presiden yang ditugaskan mengimplementasikan janji-janji presiden.

Penggunaan kemeja putih saat para calon menteri datang ke Istana Negara juga ternyat memiliki makna unik.

kompas.com

Menteri Kabinet Indonesia Maju

Bagaikan pelamar kerja yang menggunakan kemeja putih dan celana hitam atau rok formal, para calon memang dianggap sebagai para pekerja.

Baca Juga: Efektif! Cara Ini Buat Rumah Terasa Tetap Adem Saat Suhu Panas Ekstrem

"Itu sebagai simbol bahwa Jokwi mencari pekerja, bukan sekadar jago konsep apalagi ABS (Asal Bapak Senang)," kata Zulkarnain.

Aksi ngemper yang dipilih Jokowi juga disebut seakan memberi pesan agar para menteri meninggalkan kultur priyayi dalam birokrasi.

Baca Juga: Jual Rumah Senilai Rp 281 Miliar, Tilik Mantan Rumah Mewah Jason Statham

"Pejabat digaji rakyat, maka dia harus menjadi sebaik-baiknya pelayan rakyat,

"Jokowidan Iriana telah membangun style baru dalam dunia politik negeri,

"Ia hidup sederhana meski sebagai RI 1 dan ibu negara," jelas Zulkarnain.

Artikel ini pernah tayang di Gridhot.id dengan judulMakna Filosofis di Balik Aksi Ngemper Jokowi Bersama Para Menteri, Peneliti: Ia Bukan Presiden Boneka

(*)

Editor : Maulina Kadiranti

Baca Lainnya