Inspirasi Desain Khas Bali Tradisional, Cocok untuk Meditasi di Rumah!

Rabu, 12 Februari 2020 | 13:35
Foto Adeline Krisanti, Richard Salampessy

Inspirasi Desain Khas Bali Tradisional, Cocok untuk Meditasi di Rumah!

IDEAonline-Suasana relaks bagaikan sebuah resor di Pulau Dewata dapat dirasakan di rumah yang letaknya tak jauh dari ibukota ini.

Angkul-angkul, alias pintu gerbang khas Bali, menyambut ketika kita memasuki pekarangan rumah ini.

Setelah melewati taman asri yang lengkap dengan pohon kamboja, barulah kita menginjakkan kaki ke dalam rumah yang lapang, minim sekat.

Gemericik air yang jatuh di kolam renang dan semilir angin berembus, membuat kitasejenak lupa bahwa rumah ini terletak di sekitaran Jakarta.

Pemiliknya, pasangan Samudra Gina Antara (50 th) dan Luh Shanti Ratna Ayu (47 th), memang memimpikan sebuah rumah yang bernuansa resor.

Baca Juga: Desain Interior Kopi Nako Bogor Jadi Sorotan Warganet, Dihiasi Tegel Warna Biru!

Foto Adeline Krisanti, Richard Salampessy

Inspirasi Desain Khas Bali Tradisional, Cocok untuk Meditasi di Rumah!

Mengaku sudah betah tinggal di lingkungan rumah yang ditempatinya sejak 2006, Gigin, demikian Samudra Gina Antara biasa dipanggil, memutuskan untuk memperluas rumahnya dengan memanfaatkan lahan samping yang sebelumnya berupa taman dan gazebo.

“kami ingin rumah yang bersuasana Bali.

Di Jakarta, tetapi seperti di Bali,” ujar Gigin.

Gaya Bali dipilih bukan sekadar karena ia dan istrinya, Shanti, berasal dari Bali.

Mereka menginginkan suasana bagaikan vila atau tempat peristirahatan.

“kami ingin konsep rest and relax, bagaimana rumah ini dapat memiliki aura Bali yang damai dansantai,” tambah Shanti, ibu 2 anak, Ginsha (20 th) dan Revi (17 th).

Pengembangan rumah lantas dilakukan dengan bantuan Gede Surya Wibawa, arsitek yang juga asli Bali.

Baca Juga: Selain Biaya, Ketahuilah Tips Sebelum Bangun Rumah agar Tidak Rugi

Foto Adeline Krisanti, Richard Salampessy

Relaksasi Maksimal di Rumah Dengan Model Desain Khas Bali

Rumah lama tetap dipertahankan, sementara pembangunan lebih banyak ke arah kaveling di samping rumah lama.

Di lahan baru ini, dibangunlah garasi semibasement, ruang duduk, serta kamar tidur utama.

kolam renang ditambahkan untuk memperkuat suasana resor, selain menjadi sarana olahraga bagi keluarga ini.

Mengerjakan pengembangan rumah yang sudah ada punya tantangan tersendiri bagi Surya.

Apalagi rumah lama bermodel minimalis, sementara pemilik menginginkan suasana Bali yang kental.

Jalan tengah kemudian diambil.

Desain rumah secara umum tetap modern, namun dimasukkan unsur-unsur Bali.

Baca Juga: Tagihan Listrik Mahal? Intip Tips Hemat Listrik, Bisa Buat 1 Kampung!

Foto Adeline Krisanti, Richard Salampessy

Inspirasi Desain Khas Bali Tradisional, Cocok untuk Meditasi di Rumah!

“Bali tradisional banyak menggunakan ukiran.

Di sini ukiran diminimalkan.

Yang penting didapat ambiance yang sama,” jelas Surya.

Gaya Bali tropical modern kemudian yang dipilih untuk mengakomodasi semuanya.

konsep terasering seperti di Bali, yang mengagungkan tempat yang tinggi, diterapkan di rumah ini.

konsep yang sama dapat kita temukan di purapura Bali, di mana terdapat anak-anak tangga ke tempat yang paling suci.

Dari awal pintu masuk, kita harus melalui undakan-undakan yang terus menanjak.

Baca Juga: Dua Kali Berurusan dengan Polisi, Lucinta Luna Akhirnya Diciduk Atas Kasus Penyalahgunaan Narkoba, 'Buang Ekstasi di Tempat Sampah'

Foto Adeline Krisanti, Richard Salampessy

Relaksasi Maksimal di Rumah Dengan Model Desain Khas Bali

Di tengah rumah, terdapat split level, yang membawa kita ke beberapa ruang duduk, hingga ke ruang duduk dengan TV di ujung ruang.

Dari sini, ada tangga yang mengarah ke kamar tidur utama.

Baca Juga: Intip Gaya Skandinavia di Rumah, Ruang Kerjapun Jadi Terlihat Bersih

kamar tidur utama sengaja diletakkan di atas karena di sinilah tempat beristirahat si empunya rumah, yang menjadi inti sebuah rumah.

Di balkon kamar ini pula, Gigin dan Shanti dapat berolahraga dan bermeditasi, sambil memandang area kolam renang di tengah rumah.

Namun, sesuai dengan adat Bali, kamar tidur ini tidak lebih tinggi dari ruang sembahyang mereka yang terletak di lantai atas bangunan lama.

Baca Juga: Mau Hemat Bangun Rumah dari Nol? Cegah Biaya Berlebih dengan 5 Tips Ini

Foto Adeline Krisanti, Richard Salampessy

Inspirasi Desain Khas Bali Tradisional, Cocok untuk Meditasi di Rumah!

Tidak hanya mengolah bagian dalam ruang, fasad rumah pun disesuaikan dengan konsep barunya.

Tampak depan rumah yang selesai dibangun April lalu ini terlihat modern, dengan sentuhanmaterial alami seperti kayu dan batu alam.

Angkul-angkul dipasang sebagai penguat konsep resor Bali.

Menggabungkan 2 kaveling membuat rumah ini memiliki fasad yang lebar.

Menyiasati ini, Surya memainkan massa bangunan agar tercipta desain fasad yang tidak membosankan.

Ada bidangbidang yang dibuat maju dan mundur, ada pula bidang-bidang yang dibuat berwarna gelap dan terang.

Pembagian proporsi bangunan berdasarkan konsep tubuh manusia, yaitu utama, madya,nista, juga menjadi pertimbangan saat ia merancang fasad rumah ini.

Baca Juga: Berlokasi di Tanah Miring, Hunian yang Dibagi Menjadi 3 Bangunan Ini Dihubungan Melalui 1 Koridor Bawah Tanah

Foto Adeline Krisanti, Richard Salampessy

Inspirasi Desain Khas Bali Tradisional, Cocok untuk Meditasi di Rumah!

Di rumah ini, konsep resor tidak saja diwujudkan dalam bentuk ruang dan banyaknya bukaan, tetapi juga permainan lighting.

Pengaturan lampu penting menciptakan suasana temaram yang identik dengan suasana resor, selain juga menerangi lukisan-lukisan karya maestro yang menjadi koleksi pemilik rumah.

Sebagian besar cahaya lampu di rumah ini berjenis warm light, yang natural dan nyaman di mata.

Baca Juga: Selain Biaya, Ketahuilah Tips Sebelum Bangun Rumah agar Tidak Rugi

Saat syukuran rumah April lalu, Gigin bercerita bahwa banyak teman dan kerabatnya memuji penataan interior dan lighting ini.

Memang proses renovasi yang memakan waktu 1 tahun 8 bulan cukup menguji kesabarannya.

“Tetapi ketika jadi, saya benar-benar puas dengan hasilnya,” ujar Gigin.

“Rasanya jadi malas ke luar rumah, maunya liburan di rumah terus,” timpal Shanti sambiltertawa.

Artikel ini tayang di majalah IDEA edisi 150

(*)

Editor : Maulina Kadiranti

Baca Lainnya