Pro Kontra Lantai Teras yang Lebih Tinggi dari Ruang Tamu, Ini Kata Fengshui!

Jumat, 18 Agustus 2023 | 15:50
Dok. Tabloid RUMAH

lantai teras lebih tinggi dari ruang tamu

IDEAonline –Beberapa rumah mempunyai teras yang lebih tinggi ruang dalamnya, karenamengikuti kontur tanah.

Ternyata menurut FengShui, posisi ini dinilaikurang baik.

Idealnya, posisi lantaiteras depan lebih rendah dari ruangtamu. Komposisi ini memiliki beberapapertimbangan yang sangat mendasar.

Debu dan kotoran mudahdisapu keluar.

Air hujan tidak merembes masuk kedalam rumah.

Bila lantai ruang tamu lebih rendahdari lantai teras, lebih banyak kotorandan debu yang masuk ke dalam rumah.

Baca Juga: Mau Coba Bagi Ruang mungil dengan Sekat? Privasi Jadi Tetap Terjaga!

Keadaan ini tentu akan menyulitkansaat membersihkan debu, kotoran, maupun air yang masuk ke dalamrumah.

Dengan demikian, sadar atautidak, rumah tersebut akan menyimpanbanyak masalah yang tidak baik dalamkeluarga.

Hal ini sudah sejak lamaditeliti dalam penjabaran Feng Shui, dan komposisi ini dikatagorikan dalamnilai ketidakberuntungan.

Foto Adeline Krisanti

Pro Kontra Lantai Teras yang Lebih Tinggi dari Ruang Tamu, Ini Kata Fengshui!

Antara teras dan ruang tamulahbiasanya pintu utama sebuah rumahberada.

Dengan demikian, bagiantersebut merupakan jalur padat karenapaling sering dilalui banyak orang, baikdari penghuni maupun tamu yangdatang.

Baca Juga: Bagaimana Isi Rumah Gebyog dan Apa Material Utamanya? Kenali di Sini

Sudah barang tentu kehadiranseseorang akan membawa banyakkotoran pada alas kakinya, bahkanpintu dan jendela yang langsungterhubung dengan luar rumah jugaakan menghadirkan banyak debumelalui angin yang masuk.

Apa Sebabnya? Sebagian rumah memiliki lantaiteras lebih tinggi dari ruang tamu.

Menurut pengamatan penulis, ada 3penyebabnya yang umum.

• Rumah sengaja didesain seperti itu. Desain ini mengikuti kontur tanahyang miring ke belakang, sehinggadesain bangunan dibuat menurun kebelakang.

Rumah dengan topografitanah dan bangunan seperti inimemiliki nilai Feng Shui yang buruk, karena dianggap sulit meningkatkankesejahteraan hidup.

• Akibat dari banjir lingkungan, bagian teras rumah ditinggikan agarberfungsi sebagai tanggul penahan air.

• Komposisi seperti di atas, seringmemberi rasa yang tidak nyaman bagiorang yang tidak biasa masuk ke rumahtersebut; bisa-bisa ia akan terpelesetjatuh atau menjadi terkejut karenanya.

Dalam pengamatan melalui visi FengShui, komposisi di atas dinilai kurangbaik, sebab akan berdampak faktor keberuntungan hidup, di mana hawa rezeki yang mengalir masuk ke rumah akan terpental mengingat lantai teras yang lebih tinggi.

Selain itu,bisa juga hawa rezeki tersebut justrumenggelinding hilang saat masukke rumah.

Dampak lain yang bisaditimbulkan antara lain faktor penyakityang ditimbulkan oleh berbagai virus, debu, kotoran, sehingga sisi kesehatandan keuangan penghuni pada akhirnyamenjadi beban kehidupan.

Menahan Hawa RezekiKomposisi lantai rumah yangpaling baik adalah di bagian depanrendah dan bagian belakang lebihtinggi.

Dengan demikian, hawa rezekiyang masuk ke rumah diharapkan bisabertahan untuk waktu yang lebih lama.

Lantai ruang makan yang ditinggikan, nilai Feng Shui-nya memang menjadilebih baik, tetapi harus ditinjau lagidi mana letak ruang makan itu.

Kalau letaknya di sisi tengah rumah, sebaiknya lantai ruang tersebut tidakusah ditinggikan, karena akibatya lantaibagian belakang sesudah ruang makanakan menurun lagi.

BagaimanaMengatasinya?

Andaikan ruang tamulantainya lebih rendah dari teras, paling baik adalah meninggikanbagian yang rendah tersebut.

Demikian pula caranya untukmenyiasati banjir yang berasal dariluar.

Cara yang paling benar adalahdengan meninggikan bagian dalamrumah terlebih dulu, agar air tidakmerembes dari lantai yang posisinyalebih rendah.

Sebetulnya masih banyak teknikuntuk menyiasati kesalahan yangterjadi karena kontur tanah, sepertimembuat pintu ke arah samping.

Tetapi, sebelum melakukan cara ini, harus dicermati komposisi dari tataruang yang lainnya.

Artikel ini tayang di Tabloid RUMAH edisi 79.

Editor : Maulina Kadiranti

Baca Lainnya