IDEAonline - Saat musim hujan seperti sekarang ini, salah satu hal yang membuat kamu risau adalah bocor dari rembesan dak beton lantai atas.
Ada banyak penyebab kenapa dak beton bisa bocor.
Beberapa di antaranya adalah pelat beton mengalami suhu panas-dingin yang ekstrem sehingga memicu timbulnya retak susut.
Atau bisa juga setelah beton dicor, tidak diikuti perawatan menggunakan curing compound (material khusus untuk pelindung beton) atau penggenangan air selama 7 hari.
Tujuan pengairan ini adalah agar lapisan atas beton tidak mengering lebih cepat dibanding dalam.
Baca Juga : Mau Permohonan KPR Disetujui Bank? Ini Bocoran Tipsnya yang Mujarab
Lapisan atas terkena sinar matahari langsung sehingga lebihmudah kering ketimbang lapisan dalam beton.Saat beton belum kuat (belum kering sempurna), ditempatkan beban yang melebihi kapasitas/daya dukung pelat beton tersebut.
Terjadi pergerakan, baik di struktur bangunan atau fondasi, sehingga pelat beton mengalami gaya vertikal dan horizontal.
Komposisi cor beton kurang sempurna, misalnya kebanyakan pasir atau batu split.
Baca Juga : Musim Hujan Melanda, Inilah 7 Kegiatan Menyenangkan yang Bisa Dilakukan di Rumah
Lalu bagaimana untuk mencegahan dan cara mengatasinya?
Ada beberapa cara di antaranya sebagai berikut.
1. Cek kondisinya
Mengecek apakah dak beton bocor atau tidak.
Caranya adalah tutup pipa saluran pembuangan di dak atap.
Lalu, tuangkan air di atas atap beton lalu diamkan sekitar 1 jam.
Jika di bagian bawah atap ada rembesan, berarti dak beton bermasalah.
Segera perbaiki dengan menambahkan waterproofing tipe semen.
Baca Juga : 4 Solusi Masalah Dinding Saat Musim Hujan, Mulai Rembes Hingga Jamuran
2. Solusi darurat
Jika terjadi kebocoran di dak beton, solusi darurat yang dapat dilakukan adalah menutup area atap dengan terpal.
3. Perbaikan retakan kecil
Waktu pengerjaan ideal ini harus dilakukan setelah dak beton kering.
Selain itu, setelah diperbaiki, dak beton harus kering dan tak terkena air selama 1x24 jam.
Baca Juga : Musim Hujan Bikin Dinding Lembab dan Berjamur, Begini Mengatasinya!
Untuk retakan yang cukup besar, isi retakan dengan semen setelah sebelumnya diberi cairan additive bonding agent.
Jika retakan kecil, maka bagian yang retak dibobok (diketrek) agar retakan menjadi lebh besar sehingga penambalan bisa dilakukan dengan lebih baik.
Gunakan adukan semen dengan daya rekat tinggi.
Sebelum ditambal dengan semen, oleskan cairan additive bonding agent.
Baca Juga : Simak! Inilah Cara Mengatasi Masalah Tanaman di Musim Hujan
4. Ditambah waterproofing
Aplikasikan waterproofing dengan serat fiber pada bekas retakan besar tersebut.
Tujuannya untuk menutup lubang-lubang yang lebih kecil sehingga tertutup dengan sempurna.
Bahan yang digunakan adalah waterproofing dengan 2 komponen, misalnya am100 dan am122 (produk am), atau SikaTop 107 Seal (produk Sika).
Aplikasikan waterproofing secara merata pada seluruh permukaan dak beton.
Baca Juga : Ikan di Kolam Cepat Mati, Ini Rahasianya agar Air Tetap Sehat
Baca Juga: Gegara Pandemi, Reino Barack Paksa Syahrini Lakukan Hal Ini Bersamanya: Saya Lagi Cekokin
Tujuannya agar proses pelapisan menutup sempurna.
Bukan hanya bagian yang diperbaiki, melainkan seluruh bagian dak beton.
Aplikasikan cat tembok di atas lapisan waterproofing jika telah kering.
Tujuannya agar permukaan dak beton tidak lengket saat diinjak. (*)
Baca Juga : 6 Tips Melapis Waterproofing di Area Rembesan Air Agar Tak Bocor Lagi