Jika memang pembelian rumah ditargetkan dalam satu hingga tiga tahun ke depan, maka simpanlah dana tabungan pembelian rumah di instrumen investasi rendah risiko dan memiliki imbal hasil tetap.
Hindari penempatan dana di instrumen tinggi imbal hasil dan tinggi risiko, karena jangka waktu menabung kamu cenderung pendek.
Risiko pasar yang terjadi dalam waktu dekat tentu bisa saja mempengaruhi imbal hasil investasi kamu.
4. Pastikan cicilan rumah per bulan tak melebihi 35 persen penghasilan
Bank atau lembaga pemberi kredit mungkin saja menyetujui pengajuan KPR dengan nominal cicilan 50 persen dari penghasilan bulanan.
Akan tetapi cicilan rumah yang ideal maksimal adalah 35 persen dari penghasilan.
Mengapa demikian? Alasannya adalah agar kita tidak perlu mengurangi pengeluaran yang terkait kebutuhan pokok sehari-hari, asuransi, maupun investasi untuk dialokasikan ke dalam cicilan.
Baca Juga: Saat Membeli Rumah Jadi Prioritas bagi Milenial, KPR Ini Jadi Solusi!
5. Kamu dan keluarga harus tetap terlindungi
Risiko kematian bisa menimpa siapa saja, termasuk kamu yang tengah mencicil rumah.
Tidaklah bijak bagi kamu untuk meninggalkan warisan berupa utang pada keluarga tercinta kita.