Follow Us

Mengenal Konsep Unfinished Material, Sajian Keindahan Material Ekspos

Johanna Erly Widyartanti - Senin, 13 Desember 2021 | 14:06
Ilustrasi pengaplikasian material ekspos pada hunian.
Propert Andy-Hira, Tamarin, Jakarta

Ilustrasi pengaplikasian material ekspos pada hunian.

IDEAOnline- Unfinished material atau material non-finishing, merupakan konsep arsitektural dengan mengekspos material penyusunnya.

Konsep unfinished material bukanlah pelarian dari desain arsitektural konvensional pada umumnya, namun lebih menekankan pada sebuah cita rasa dalam mengeksplorasi material.

Penggunaan material ekspos pada bangunan semata-mata ingin memberikan pengalaman meruang yang baru.

Air, tumbuhan, udara, dan material adalah elemen alam yang patut dijaga kelestariannya.

Dan sesungguhnya, perubahan iklim bumi yang kian meningkat telah memengaruhi tata cara mendesain yang lebih bijaksana bagi para arsitek dan desainer lain dalam mermakai material alam.

Baca Juga: Cara Tampilkan Material Ekspos agar Makin Memesona, Ini Triknya!

Pengaplikasian unfinished material atau material non-finishing yang merupakan konsep arsitektural dengan mengekspos material penyusunnya, misalnya dinding yang tersusun dari materia bata dan semen jadi tidak di-finishing memakai caf dinding, justru semen aci yang di-coating itulah yang menjadi finishing karena dianggap memiliki nilai artistik yang “tidak biasa” ketimbang menggunakan cat.

Baca Juga: Jangan Abaikan Peran Plafon untuk Estetika Rumah, 6 Cara Mengolahnya!

Ilustrasi konsep minimalis pada pemakaian semen ekspos di lantai tangga.
Dok. SCG

Ilustrasi konsep minimalis pada pemakaian semen ekspos di lantai tangga.

Factory Concept

Konsep unfinished material kerap diaplikasikan pada desain interior maupun eksterior bangunan pabrik.

Pertimbangannya selain sederhana dan ekonomis, tentunya karena fungsional.

Baca Juga: Mengenal Fiberkote, Finishing yang Bisa Menampilkan Serat Alami Kayu pada Fibersemen

Mencermati konsep pembanguhan pabrik dibanding dengan bangunan tempat tinggal, terjadi paradigma ya berbeda.

Pabrik seringkali dibangun dengan pertimbangan cita rasa arsitektur yang minim. Hal yang berbeda ketika orang membangun tempat tinggal.

Penggunaan material ekspos untuk bangunan memiliki beberapa keuntungan.

Selain tak melulu mengguhakan material baru, juga memungkinkan penggunaan bangunan (re-use) yang ditata secara apik.

Baca Juga: Ubin Tegel Aplikasinya Makin Luas, untuk Lantai, Dinding dan Furnitur

#Berbagiidea #Berbagicerita #Bisadarirumah #Gridnetwork #Rumahtropis

(*)

Editor : Johanna Erly Widyartanti

Latest