Museum Batik Yogyakarta merupakan museum non pemerintah yang sudah berdiri sejak 12 Mei 1977 atas prakarsa Hadi Nugroho dan istrinya, Dewi Sukaningsih.
Museum ini terletak di Jalan Dr. Sutomo dan menyimpan lebih dari 1.200 koleksi perbatikan.
Baca Juga : Jadi Santapan Gempa, Begini Alasan Jenis Bangunan Baru di Palu Ini Mudah Roboh!
Lebih lengkapnya terdiri dari 500 lembar kain batik tulis, 560 batik cap, 124 canting dan 35 wajan serta alat pewarna.
Salah satu koleksi berharga bagi museum ini adalah batik yang berasal dari tahun 1700-an.
Baca Juga : Cocok Rumah Minimalis, Contek Desain Tirai Paling Ekonomis Ini

Hari Batik Nasional
Fasilitas yang bisa didapatkan oleh pengunjung adalah pendamping yang akan menemani selama berkeliling.
Di museum batik Yogyakarta juga terdapat ruangan yang menampilkan berbagai macam motif batik dari berbagai daerah di Pulau Jawa.
Koleksi museum ini terdiri berbagai batik gaya Yogyakarta, Solo, Pekalongan, dan gaya tradisional lainnya dalam bentuk kain panjang, dan sarung.
Motifnya kebanyakan berupa motif pesisiran, pinggiran, terang bulan, dan motif esuk-sore.
Museum ini buka dari hari Senin hingga Sabtu dan harga tiket masuknya sebesar Rp 20.000.