Enam Hal tentang Taman Vertikal, Cara Praktis Hijaukan Rumah (2)

Kamis, 02 Januari 2020 | 14:13

Konsep taman vertikal bisa disesuaikan dengan gaya keseluruhan rumah.

IDEAOnline-Taman vertikal dihadirkan untuk menyiasati minimnya lahan dengan memanfaatkan media dinding sebagai sarana untuk menanam tanaman.

Taman vertikal kini sudah menjadi pilihan banyak orang sebagai pelengkap taman konvensional.

Taman vertikal kini semakin dilirik jika tidak ingin dinding terasa kosong, misalnya di carport, halaman samping, di bawah void, atau di samping jendela.

Ada sedikitnya 6 karakteristik taman vertikal yang menyebabkan taman jenis ini lebih dipilih dibanding taman konvensional.

Pada bagian pertama tulisan, sudah disebutkan 3 hal karakter taman vertikal tentang efisiensi lahan, konsep pengembangan, dan dua jenis kategori yaitu Green Façade dan Living Walls.

Berikut 3 hal berikutnya yang perlu diketahui sebelum membuat taman vertikal.

Baca Juga: Enam Hal tentang Taman Vertikal, Cara Praktis Hijaukan Rumah (1)

iDEA

Tanaman hias daun maupun tanaman hias bunga berpadu cantik.

Media Tanam

Taman vertikal juga mensyaratkan media tanam yang relatif ringan seperti misalnya campuran cocopeat (sabut kelapa), sekam, rumput laut, dan pupuk.

Pilihan lain adalah komposisi rockwool, batu lava, zeolit, dan batu karang.

Beberapa penyedia jasa taman vertikal biasanya menawarkan paket yang terdiri dari media tanam dan tanamannya sehingga konsumen tinggal merawatnya saja.

Untuk pengairan menggunakan sistem tetes (drip).

Taman vertikal sebaiknya juga dibangun menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

Salah satu bahan bangunan yang ramah lingkungan yaitu pemakaian durisol atau yang biasa disebut beton kayu sebagai pengganti batu bata.

Durisol adalah beton yang campurannya terdiri dari kayu yang dihancurkan, portland cement, dan bahan additive semen.

Konsep pembuatan bangunan dengan menggunakan durisol ini sesuai dengan konsep taman vertikal itu sendiri, yaitu mewujudkan bangunan yang ramah lingkungan (green building.

Baca Juga: Media Tanam Ideal untuk Anggrek Adalah yang Memiliki Tingkat Aerasi yang Baik, Intip di Sini!

iDEA

Jenis tanaman, media tanam, dan ukuran taman memengaruhi harga pembuatan.

Harga

Pilihan media dan tingkat kepraktisan yang ditawarkan dalam pembuatan taman vertikal berdampak pada dana yang harus disediakan.

Per meter persegi taman vertikal, tergantung pada jenis tanaman yang dipilih dan media tanam yang digunakan (batu bata, PVC, atau memakai green wall modular), plus biaya untuk sistem pengarirannya.

Jenis Tanaman

Taman vertikal layaknya karya seni yang dipajang di dinding sehingga perlu penyajian point of intersest, aksen, dan jangan lupakan unsur kontras pada warna dan bentuk.

Tanaman yang cocok untuk taman vertikal adalah jenis yang perakarannya dangkal dan tidak merusak.

Baca Juga: Tips Pasang Batu Alam pada Dinding, Bersih dan Engga Gampang Lepas

News - All County Fence And Gate

Cantiknya taman vertikal dengan tanaman hias bunga warna-warni.

Tanaman yang memenuhi persyaratan tersebut adalah tanaman penutup tanah (groundcover), misalnya krokot merah (Alternanthera parony), kucai mini, Fittonia albivensis, dan Singonium podophyllum (talas-talasan).

Jika ingin yang dekoratif, pilihan tanaman berbungalah yang cocok. Atau, mengombinasikan tanaman dedaunan dan berbunga agar tidak monoton.

Banyak orang sengaja hanya memilih tanaman berdaun indah yang ditata sealamiah mungkin sehingga seolah-olah tumbuh liar seperti di tebing atau hutan.

Tanaman yang dipilih biasanya jenis pakis, bromelia, cryptanthus, philodendron, dan tanduk menjangan.

Baca Juga: Green Carport Sejukkan Rumah, Cara Pilih Tanaman dan Rencanakan Rambatan

(*)

Editor : Maulina Kadiranti

Baca Lainnya