Mau Mendesain Interior Sendiri? Intip Trik Hadirkan Gaya Kasual Elegan dari Desainer Ini!

Rabu, 15 Januari 2020 | 14:22
FOTO MERWIN ADENAN

Tema resor pada penataan interior kasula dan elegan dengan sentuhan modern.

IDEAOnline-Siapa tak kenal Yuni Jie?

Desainer jebolan Cornish College of the Arts, Seattle dan Pratt Institute, New York ini, adalah seorang desainer interior dan produk Indonesia yang saat mengolah tatanan interior kerap dikenal dengan gaya kasual elegan dengan sentuhan modern.

Salah satu tema penataan interior yang dianggapnya sejalan dengan karakter penataan interiornya adalah tema resor.

Penerapan tema ini dianggapnya cocok dengan iklim tropisnya dan dekat dengan keadaan lingkungan Indonesia.

Berikut beberapa bocoran trik penerapan tema resor dari Yuni Jie, yang karya dan bukunya dipilih menjadi daftar pendek untuk London International Creative Competition 2014.

Baca Juga: Layaknya Tinggal di Landed House, View dan Cahaya Alami Serta Desain Elegan Mewah Dimiliki Apartemen Ini

Kombinasikan Warna, Motif, & Tekstur

Gaya resor yang santai terkadang tidak perlu diterapkan dalam bentuk yang sangat harafiah, namun dapat juga diterapkan dalam bentuk paduan warna bernuansa tropis yang hangat.

Selain warna, kombinasikan juga dimensi dari aspek lain seperti tekstur atau motif (pattern) secara menyeluruh dan harmonis.

Sedangkan untuk warna, pilih warna-warna yang merupakan turunan dari warna tanah.

Baca Juga: Inilah Solusi bagi Desainer Interior Lebih Mudah Merancang, Cepat Revisi, dan Ringkas Biaya

Baca Juga: Liburan ke Hotel Etnik di Yogyakarta, Mantan Ariel Noah Ini Berpose Manis di Ranjang, Gemesin Yah?

Yuni Jie, desainer interior dan produk yang terkenal karena gayanya yang kasual dan elegan.

Perlunya Keseimbangan

Ciri khas dan signature-nya dalam mendesain—yang kasual dan elegan—memperl;ihatkan sesuatu yang tidak pernah berteriak (competing), sehingga semua elemen berbicara secara kondusif dan saling menunjang (complementing) satu dengan lainnya.

Penerapan awareness yang tinggi saat mendesain bukan berarti menjadi overdone (berlebihan).

Mengerti saat harus berhenti mendesain.

Takaran ini harus pas, sehingga hasil akhir desain pun menjadi seimbang, tidak terlalu sepi, dan tidak terlalu ramai.

Yang terpenting adalah desain itu fungsional dibanding hanya cantik secara estetika dan dekoratif belaka.

Desain seperti ini biasanya tak mudah lekang oleh waktu karena sifatnya yang abadi (timeless).

Baca Juga: Perlukah Pakai Desainer Interior? Ternyata Ini Peran dan Alasannya!

FOTO MERWIN ADENAN

Ukuran furnitur proporsional dengan ukuran ruang.

Furnitur yang Proporsional & Pencahayaan

Aspek lain yang sangat penting adalah proporsi furnitur atau perabotan.

Dalam memilih furnitur untuk tatanan sebuah ruangan, perhatikan ukuran ruangan sehingga apa pun yang dipilih ukurannya tetap proporsional dengan ukuran keseluruhan ruang.

Pencahayaan yang alami juga merupakan faktor kunci dalam penataan ruangan bergaya tropis.

Di siang hari, pilihlah pencahayaan natural ketimbang pencahayaan artifisial.

Selain baik bagi kesehatan, pencahayaan yang cukup juga membuat ruangan terlihat lebih luas dan lapang.

Apalagi jika ditambah dengan bukaan-bukaan yang lebar sehingga sirkulasi udara pun lancar, suasana hati pun otomatis secara psikologis menjadi lebih bahagia.

Baca Juga: Furnitur Kayu Solid Mahal? Pakai Saja yang Olahan, Ini Pilihannya!

Foto Mansyur Hasan

Pilih kayu bersertifikat adalah perwujudan cinta alam,

Memilih Material

Elemen desain natural seperti bahan-bahan yang terbuat dari alam juga merupakan elemen yang harus diperhatikan dalam menata gaya tropis.

Walau bahannya terbuat dari alam, harus lebih aware apalagi di masa global warming seperti sekarang ini.

Teliti sebelum membeli, sama pentingnya seperti ketika kita berbelanja untuk perabot rumah.

Pilih bahan yang tidak hanya baik bagi kesehatan namun juga yang ramah terhadap lingkungan.

Misalnya pilih cat dengan kadar VOC yang rendah, hindari lem kuning, pilih kayu yang bersertifikat dan tidak langka, dan masih banyak lagi.

Sejalan dengan berjalannya waktu, harus lebih banyak belajar untuk berjalan bersama dengan alam.

Dan ini berlaku juga bagi gaya hidup kita sehari-hari.

Yang dapat diterapkan misalnya adalah membeli sesuai kebutuhan (tidak impulsif) dan tidak membiasakan gaya hidup konsumtif.

Baca Juga: Iklim Tropis, Bukan Musibah tapi Anugerah, Ini Penjelasannya!

Design Boom

Gali dan temukan selera dan kebutuhan pribadi, jadikan hunian cerminan dirimu.

Temukan Seleramu

How you live is who you are.

Hunian mu harus dapat mencerminkan selera kita dan juga secara fungsional juga harus dapat memenuhi kebutuhan hidup mu.

Bagaimana gaya hidupmu sehari-hari, cerminkan itu dalam hunian.

Benang merah gaya desain tentunya akan terlihat pada hasil akhir, namun objetifnya adalah menjadikan hunian tersebut sebagai sanctuary dan refleksi gaya hidup mu.

Karenanya, sesuaikan dengan selera dan kebutuhanmu.

Baca Juga: Suka Gaya Kasual Khas Kota Paris? Contek Ini!

Baca Juga: Karya Arsitek Indonesia Ini Diapresiasi Dunia Jadi ‘Best Houses of 2019’ , Membanggakan!

(*)

Editor : Maulina Kadiranti

Baca Lainnya