Furnitur Warna-warni, Siapa Takut? 4 Tips agar Tak Terkesan Berantakan

Rabu, 28 Juli 2021 | 13:09
IKEA

Hadirnya furnitur warna berbentuk hewan jadi ciri pemakainya adalah anak-anak.

IDEAOnline-Furnitur warna-warni jika tepat pengaplikasiannya akan manaikkan nilai ruang, namun jika salah, ruang justru terkesan berantakan tak ada kesatuan.

Pilihan warna pada furnitur tentulah memiliki alasan. Karena, warna yang dihadirkan melalui furnitur berwarna akan menjadi satu kesatuan keindahan desain furnitur.

Sebelum memilih warna, pertimbangkan dahulu fungsi, peran, kesan apa yang ingin ditampilkan melalui warna-warna yang digunakan.

Karena, warna yang tepat akan menunjang berhasilnya sebuah ide penataan ruang.

Empat hal ini bisa Idea Lovers pertimbangkan sebelum memilih furnitur aneka warna.

1. Jadi identitas pemakai.

Baca Juga: Tak Perlu Panggil Tukang, Cegah Karat di Rumah Ternyata Bisa dengan Bantuan Bumbu Dapur Satu Ini, Cobain Deh!

Baca Juga: Produk Ramah Anak IKEA untuk Tingkatkan Mood Bermain dan Belajar selama Pandemi

Bentuk dan warna furnitur bisa disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin pemakainya.

Warna natural dan hangat menjadi favorit yang menunjukkan tingkat kedewasaan, sedangkan warna-warna cerah dan pastel cenderung digunakan untuk anak-anak.

Contohnya kursi berbentuk hewan dengan warna berani dan aneka warna cerah pada furnitur berdimensi kecil menandakan si pemakainya adalah anak-anak.

IKEA

Warna cokelat sofa kulit menonjolkan sofa sebagai aksen di ruang dominan putih.

2. Mempertegas tema.

Warna-warna yang dipilih untuk melapisi furnitur bisa diidentikkan dengan tema tertentu.

Warna merah dan keemasan kerap digunakan pada ruang

yang bergaya oriental, contohnya ruang duduk berwarna merah yang dilengkapi dengan bantal berwarna merah dan emas.

3. Menonjolkan aksen.

Baca Juga: Tak Perlu Panggil Tukang, Cegah Karat di Rumah Ternyata Bisa dengan Bantuan Bumbu Dapur Satu Ini, Cobain Deh!

Baca Juga: Fakta tentang Warna Kuning, Tips Padu Padan agar Optimal dan Menarik

Sebuah sofa, meja, atau lemari diberi warna yang berbeda dari sekitarnya sehingga ia akan terlihat menonjol.

Benda itulah yang sengaja dijadikan aksen sebuah ruang, agar suasana ruang lebih hidup dan terkesan tidak monoton.

Contohnya sofa warna biru turkuois ini mencolok di antara warna cokelat dan suasana redup yang ada di ruang tidur.

IKEA

Warna-warni furnitur aneka fungsi dan rak simpan peranti berkebun di ruang tamu.

Baca Juga: Mulai Malam Ini Coba Letakkan Bawang Putih di Bawah Bantal Kasur, Siapa Sangka Bisa Tingkatkan Imun Tubuh!

Baca Juga: Menjaga Kesuburan Tanaman dalam Pot dengan Repotting, Mudah Kok Dilakukan Sendiri!

4. Sesuai fungsi ruang.

Warna yang digunakan untuk mengisi ruang hendaknya disesuaikan dengan fungsi ruang.

Kamar tidur yang membutuhkan suasana tenang dan hangat biasanya menggunakan warna-warna lembut, seperti cokelat dan krem pada tempat tidur dan lemarinya.

Contoh lain, bagi yang menyukai suasana romantis bisa memilih warna ungu gelap yang dikombinasikan dengan ungu lembut pada headboard.

Sedangkan warna oranye identik dengan semangat, sehingga cocok untuk ruang belajar anak, atau warna pink untuk kesan girly pada anak perempuan.

#Rumahminimalis #Berbagiidea #Berbagicerita #Bisadarirumah #Gridnetwork #Rumahtropis

(*)

Editor : Maulina Kadiranti

Baca Lainnya