Salah satu faktornya, bangunan di Kampung Naga masih menggunakan material alam dengan sistem fondasi umpak.
Teruji Oleh Teknologi
Pakar konstruksi dan pengajar jurusan Teknik Sipil Universitas Indonesia Dr. Ir. Yuskar Lase menjelaskan bahwa sistem fondasi umpak memberikan fleksibilitas pada bangunan.
Fondasi ini tidak ditanam seperti kebanyakan bentuk fondasi lain, jadi tiang berdiri di atas tanah yang ditambahkan batu-batu.
“Sehingga meminimalisasi getaran gempa, namun konsekuensinya adalah bangunan bergeser sekitar 10cm-an,” ujarnya.
Semakin fleksibel bangunan maka semakin kecil getaran akibat guncangan gempa yang terjadi.
Hal inilah yang membuat bangunan dengan sistem fondasi umpak mampu bertahan dari guncangan gempa, karena fondasi ini bersifat “melenturkan” bangunan.
Baca Juga: Selalu Bikin Gagal Fokus, Begini Inspirasi Tegel Kunci di Backsplash hingga Lantai Rumah
Hal yang tidak kita sadari, banyak kearifan lokal, yang walaupun terkesan kuno, dapat diaplikasikan di masa kini.

The Royal Joglo
Bahkan efektivitasnya dapat diukur dengan ilmu-ilmu modern.
Secara prinsip, fondasi umpak bisa diterapkan di tempat lain di luar Indonesia.