Jakarta butuh 650 hektar tambahan lahan hijau dari asumsi 10 persen dari luas Jakarta yang diperkirakan 65.000 hektar.
Bagaimana solusinya?
“Emisi gas rumah kaca harus diturunkan.
Caranya lewat penerapan konsep ‘go green’, termasuk program satu milyar pohon dan gerakan atap ‘hijau’ atau green roof,” ujar Rana.
Atap ramah lingkungan diklaim dapat menambah daya tahan atap rumah atau bangunan karena melindungi dari sinar ultraviolet dengan tumbuhan sebagai pelindung dari cuaca.
Baca Juga: Apartemen Ini Mendapat Sertifikat Greenship, Kriteria Ini Jadi Ukuran

Atap yang merespon alam dengan pilihan bahan dan desain yang tepat akan berdampak positif pada bangunan.
Tatok Prijobodo, Country Director PT Onduline Indonesia, produsen atap hijau Ondugreen di Indonesia, menjelaskan, selain mampu menurunkan suhu udara terutama di perkotaan, berdasarkan studi tahun 2005 oleh Brad Bass dari University of Toronto, penggunaan atap ‘hijau’ juga dapat menyerap hujan, menyediakan zona isolasi bagi penghijauan, mengurangi pendinginan 50 hingga 90% serta mengurangi efek pemanasan global.
“Manfaatnya sangat besar bagi anak cucu kita kelak,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (27/8/2019).
“Genting ini diplot mampu menurunkan suhu udara akibat 'urban hear island effect', di mana panas yang terjadi hanya di area kpta saja dibandingkan daerah pinggir kota, akibat aktivitas manusia. Maka, Ondugreen mampu mengurangi biaya energi sampai dengan 50%,” ujarnya.
Baca Juga: Ini Caranya Menikmati Terangnya Matahari di Rumah tapi Tak Kepanasan
“Material atap ‘hijau’ menjadi solusi sekaligus bagian dari sistem arsitektur untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.