Kaca film sendiri terbuat dari bahanpolyester(semacam lembaran plastik), terdiri atas beberapa lapisan. Lapisan pertama lem, kemudian lapisan anti-ultraviolet, lapisan anti-infra merah, lapisan logam (bisa perak, tembaga, titanium, alumunium,stainless steel, sampai emas), dan terakhir lapisan anti-gores. Tebal kaca film sekitar 50 - 200 mikron.
Biang pembuat panas dari pancaran sinar Matahari utamanya adalah sinar infra merah. Sedangkan sinar ultraviolet membuat warna perabotan kerap pudar.
Nah, kaca film menangkal infra merah dan ultraviolet ini.
Namun, tetap meneruskan sinar cahayanya. Untuk kaca film V-kool, mampu meneruskan sinar 70%, panas yang ditolak 50% dan sinar yang dipantulkan 30%.
Karena sinar yang masuk 70%, ruangan yang diberi kaca film jadi tidak terlalu gelap, namun tetap sejuk.Hampir semua kaca bening bisa dipasangi kaca film. Asalkan bukan kaca yang bertekstur, seperti kaca jeruk, kaca hias atau kaca patri.
Karena kaca film tidak bisa melekat sempurna pada jenis kaca bertekstur.
Perawatannya
Perawatannya pun mudah. Supaya tidak gampang tergores, cukup dibersihkan dengan air dan dilap dengan kain yang lembut atau lapchamois.Tidak perlu terlalu sering dibersihkan dengan bahan kimia seperti sabun atau larutan pembersih berbahan kimia, agar tidak membuat lapisan antigoresnya rusak.
Atau terjadi kontaminasi pada ujung-ujung kaca film yang mengakibatkan berkurangnya kinerja kaca film, bahkan mengelupas.
Kebanyakan kaca film dipasang dari arah dalam ruangan.