Follow Us

Trend Sebagai Tanaman Hias yang Mudah Perawatan, Benarkah Tanaman Dolar Zamio Justru Beracun dan Mematikan?

Maulina Kadiranti - Sabtu, 21 Maret 2020 | 15:00
Zamioculcas
https://thelittlebotanical.com/

Zamioculcas

IDEAonline - Namanya memang tidak sepopuler anthurium, adenium, atau tanaman hias lain yang sempat booming beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Serius Dukung Program Pemerintah, Ini Ujaran Kerja di Rumah dari Wulan Guritno, 'Medis Tidak Akan Sanggup'

Baca Juga: Kini Kaya Raya Padahal Sang Ibu Dulu Jualan Mie Ayam, Rumah Berlantai Dua Miliknya Jadi Sorotan Warganet, Sempat Dapat Uang Rp 100 Juta dari Program Tv

Orang menyebutnya zamio, ZZ plant. Di Jawa, tanaman ini disebut ”samiyo.” Di kalangan pencinta tanaman hias, tanaman ini sering disebut tanaman “dolar”.

Ini karena bentuk daunnya yang berderet selembar-selembar, mirip uang. Nama latinnya sendiri Zamioculcas zamifolia.

Tanaman ini memang bukan asli Indonesia. Ia berasal dari Afrika, terutama didapati di Kenya, Tanzania, atau Zanzibar. Masuk ke Indonesia tahun 1995.

Tak lama setelah masuk, zamio sempat menjadi tren di kalangan pencinta tanaman hias, sebelum akhirnya namanya tenggelam, seperti tanaman hias lainnya.

Di tempat asalnya, zamio biasa hidup di tanah-tanah berbatu atau di padang rumput kering. Zamio juga mampu bertahan hidup di tempat yang sedikit air.

Batang dan Daunnya Unik

Bentuk daunnya yang unik merupakan salah satu faktor yang membuat tanaman ini disukai orang.

Daunnya berwarna hijau tua, tumbuh sejajar dengan ukuran simetris, berurat, kecil-kecil, mengandung banyak air, dan tampak mengilap.

Baca Juga: Lebih Parah dari Indonesia, Terbongkar Alasan Dibalik Malaysia Jadi Negara Terparah Virus Corona di Asia Tenggara, 'Lockdown Membahayakan Kelangsungan Hidup'

Baca Juga: Tak Bisa Pergi Sebebas Biasanya, Nia Ramadhani Akui Pusing Urus Anak dan Suami di Rumah Saat Ramai Wabah Corona, ‘Ah! Aku Pusing!’

Terlebih di malam hari, ketika sorot lampu menerpa, daun-daun zamio seolah-olah memantulkan kilapan yang amat menarik.

Daun zamio tumbuh dari bawah, lalu menjulang ke atas. Terkesan bagaikan ”bulu” yang nongol dari permukaan pot. Ketahanan daunnya juga pantas diacungi jempol, tidak gampang layu. Berbulan-bulan pun masih segar dan mengilap.

Keunikan lainnya terletak pada pangkal batangnya. Zamio termasuk salah satu jenis tanaman Cycas sp.

Karenanya, tak heran bila ia mirip tanaman sikas, apalagi bila ditilik pangkal batangnya yang membengkak. Asal kita rajin merawat, bonggol pangkal batang itu tampak makin eksotis.

Zamioculcas
Etsy

Zamioculcas

Cocok Untuk Indoor

Mengacu pada habitat aslinya, maka zamio tak butuh banyak syarat untuk hidup. Ia bisa hidup di mana saja. Oleh sebab itu, dewasa ini zamio banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias dalam ruangan (indoor plant). Ia bisa tahan 2—3 minggu di dalam ruangan.

Sesekali, keluarkan zamio dari dalam ruangan, siram sedikit air, lalu paparkan ke sinar matahari pagi selama sekitar 2—3 jam. Setelah itu, taruh lagi ke dalam ruangan. Zamio juga bisa diletakkan di teras.

Syukur-syukur jika Anda memiliki beberapa zamio yang ditata apik. Dijamin, teras Anda terkesan sejuk nan asri.

Penampilan zamio juga tak kalah menarik jika ditanam di dalam pot yang lebih besar dan artistik.

Baca Juga: Tak Bisa Pergi Sebebas Biasanya, Nia Ramadhani Akui Pusing Urus Anak dan Suami di Rumah Saat Ramai Wabah Corona, ‘Ah! Aku Pusing!’

Carilah pot-pot dekoratif dengan tinggi sekitar 1 m, dengan bentuk guci Cina, warna cokelat tua atau hitam. Letakkan di sudut teras.

Atau pilih pot kecil namun bermulut lebar, misalnya pot untuk tanaman bonsai.

Tanamlah zamio di pot tersebut, lalu letakkan di atas meja tamu atau meja makan.

Media Tanam

Media tanam zamio yang sering digunakan adalah campuran serbuk sabut kelapa (cocopeat) + kompos + arang kasar dengan perbandingan 1:1:1.

Selain itu, di media pakis halus, tanaman ini juga bisa tumbuh optimal.

Agar Daun Mengilap

Alasan lain yang membuat tanaman zamio disukai orang adalah perawatannya yang sangat mudah.

Kita cukup melakukan penyiraman 2—3 hari sekali karena batang zamio bisa menyimpan air dalam jumlah yang banyak.

Untuk mendapatkan daun yang mengilap, cukup dengan mengelap satu persatu daun-daun dolar dengan lap atau tisu basah.

Zamioculcas
patchplants.com

Zamioculcas

Pertumbuhannya Lambat

Pertumbuhan tanaman zamio tergolong lambat. Untuk menghasilkan satu batang zamio yang panjangnya mencapai 30 cm, dibutuhkan waktu lebih dari setahun.

Namun, dalam tempo setahun itu, ia rajin punya anakan.

Ada 3 cara pembiakan zamio, yakni dengan stek daun, batang, dan memisahkan anakan. Tanaman yang sudah mencapai tinggi antara 60—75 cm biasanya akan tumbuh anakan di samping bonggolnya.

Baca Juga: Mau Masukan Karakter Furnitur Masa Kini Di Hunian? Cari Tahu Soal Trend Researcher hingga Trend Forecasting 'Resistance' Dulu!

Baca Juga: Tips Hadirkan Dinding Semen Ekspos Tanpa Debu dan Tahan Cuaca, Mudah!

Ketika anakan ini sudah mencapai tinggi ± 20—30 cm, itu berarti sudah siap untuk dipisahkan dari induknya.

Jika kita menginginkan perbanyakan dengan stek daun, maka pilihlah daun berukuran besar berkisar antara 5—10 cm.

Tanam daun-daun ini dalam pot yang diberi media pakis atau serbuk sabut kelapa. Dalam jangka waktu 2—3 bulan maka di bawah daun-daun tersebut akan tumbuh bonggol bulat berwarna kuning yang kemudian akan menjadi tunas.

Setelah itu, kita masih harus menunggu lagi sekitar 4—5 bulan lagi hingga tanaman setinggi 10 cm dan bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar.

Perbanyakan dengan stek batang cukup dengan memotong satu batang tanaman dolar sepanjang 10—15 cm dan menancapkannya pada media tanam.

Baca Juga: Mau Masukan Karakter Furnitur Masa Kini Di Hunian? Cari Tahu Soal Trend Researcher hingga Trend Forecasting 'Resistance' Dulu!

Baca Juga: Trik Gampang Buat Tempat Nongkrong di Depan Rumah, Sediakan Tanaman dan Furnitur Rotan!

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ujung batang yang akan ditancapkan ke tanah bisa direndam dahulu pada larutan Rootone agar pertumbuhan akar lebih cepat.

Beracunkah Zamio?

Nah, Anda berniat membiakkan zamio? Mudah, kok, asal tekun. Namun seluruh bagian tanaman zamio ternyata beracun.

Jika termakan dapat menyebabkan rasa sakit seperti panas dan bengkak pada area bibir, mulut, lidah, dan tenggorokan.

Juga dapat menyebabkan sulit bernafas. Jadi berhati-hatilah menempatkan zamio. Jauhkan dari anak maupun binatang peliharaan. Cuci tangan atau gunakan sarung tangan saat merawat zamio.

(*)

Editor : iDEA

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest

Popular

Tag Popular